KH Wahab Hasbullah, Perkenalkan Muhammadiyah di Jombang

KH Wahab Hasbullah, Perkenalkan Muhammadiyah di Jombang

Menceritakan ulama-ulama zaman dulu memang sangat menarik, apalagi ketika menceritakan hubungan antar ulama yang berbeda pendapat.  Dari hubungan tersebut banyak hikmah yang dapat kita ambil, di ataranya adalah bahwa perbedaan tidaklah harus berujung dengan saling membenci.

Siapa sangka yang memperkenalkan Muhammadiyah di wilayah Jombang yang merupakan basis wilayah NU adalah juga salah satu tokoh pendiri NU, yakni KH Wahab Hasbullah.

Kisah ini disampaikan oleh Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Muhammad Zein, sewaktu ia berkunjung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Dalam forum diskusi yang diselenggarakan Islam Nusantara Center di kediaman Kepala Badan Litbang & Diklat Kemenag RI H Abdurrahman Mas’ud menceritakan bahwa ada sebuah buku yang memuat cerita-cerita tentang pendirian pesantren. Ia menyebutkan ada sekitar 183 cerita dalam buku tersebut.

“Salah satu cerita menarik yang dikisahkan cucunya Mbah Wahab dari buku tersebut adalah bahwa yang memperkenalkan Muhammadiyah di Jombang pertama kali adalah Mbah Wahab,” terangnya di Jakarta, Sabtu (1/12).

Hal ini ditelusuri karena ada hubungan antara Mbah Wahab dan Kiai Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Di mana salah satu ponakan Kiai Dahlan pernah memiliki hubungan asmara dengan Mbah Wahab.

“Tetapi Kiai Wahab tidak menikahi gadis tersebut,” tuturnya.

Bahkan, lanjutnya setelah Pesantren Tambakberas sudah maju dan Kiai Wahab sudah menikah, gadis tersebut menyempatkan diri untuk berkunjung ke pesantren tersebut dan saat itu ia belum menikah.

“Di sana saya ditunjukkan foto gadis tersebut saat berkunjung ke Pesantren Tambakberas,” kisahnya.

Ia menuturkan pula bahwa berdirinya Pesantren di Jombang itu juga akibat dari kekalahan atau tertangkapnya Pangeran Diponegoro. Menutut Peter Carey, sebagian murid-muridnya menyebar ke timur, ke Jombang juga ke Kediri. "Saya kira kajian-kajian seperti ini cukup menarik dan perlu dikembangkan untuk merangsang pemikiran kita," tutupnya. (Nuri Farikhatin/Muiz/NU Online)

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar