Ini Ciri Khas NU yang Tak Ditemukan di Organisasi Lain

Ini Ciri Khas NU yang Tak Ditemukan di Organisasi Lain

Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH M Mahrus menyebutkan ada lima ciri khas warga Nahdlatul Ulama (NU). Ciri tersebut tidak ditemukan pada organisasi lainnya secara lengkap kelima-limanya.

Menurutnya, lima ciri khas tersebut pertama kali dikenalkan oleh Rais Syuriah PBNU era Gus Dur, KH Ahmad Shiddiq yang terpilih dalam Muktamar Situbondo 1984.

"Pertama ciri orang NU itu istiqamah. Lisannya istiqamah zikir la ilaha illallah. Hatinya istiqamah niat baik atau sidqul qasdi,'' jelasnya saat mengisi kajian Rijalul Ansor Ngoro di kantor NU setempat, Ahad (10/12).

Dikatakannya, dari sikap istiqamah inilah yang membuat warga NU punya banyak rutinan saban hari. Setiap malam Jumat tahlilan, malam sabtunya rutinan Shalawat Nariyah. Dan malam Minggunya shalawatan bareng, malam Senin rutinan istighotsah, malam Selasa manakib, malam Rabu ratiban, dan malam Kamisnya khataman Qur'an.

"Bahkan setiap organ NU, punya rutinan sendiri-sendiri. Muslimat punya rutinan pengajian. Fatayat punya rutinan diba'an. PCNU punya rutinan lailatul ijtima. Ansor punya rutinan majelis dzikir dan salawat Rijalul Ansor. IPNU-IPPNU punya rutinan shalawatan dan latihan pidato," tambahnya.

Kiai Mahrus menjelaskan, ciri khusus warga NU yang kedua berupa istifadah yakni terus menambah ilmu. Sehingga tak heran dalam setiap acara NU selalu ada sesi mauidlah hasanah. Kegiatan NU juga selalu diakhiri dengan baca surat Al-Ashr tiga kali; mengingatkan bahwa di NU warganya selalu berupaya menambah iman, amal saleh serta saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

''Orang yang 40 hari tidak menerima nasehat agama, hatinya akan keras seperti tanah tandus yang tak pernah kena air hujan. Inilah sebabnya, dulu rata-rata rutinan NU dilaksanakan selapanan atau setiap 35 hari sekali. Agar terus mendengar taushiyah agama. Dan kini rutinan NU malah seminggu sekali," beber Kiai Mahrus.

Ketiga, istisyarah alias suka musyawarah. Apa pun keputusan di NU, selalu diambil dalam musyawarah. Dan ciri yang keempat yaitu istikharah. Semua keputusan di NU, selalu dengan pendekatan langit. Pendirian NU saja, KH Hasyim Asy'ari masih menunggu istikharah KH Kholil Bangkalan selama dua tahun.

"Dulu Kiai Wahid Hasyim ketika diminta Mbah Kiai Hasyim Asy'ari membantu NU tidak langsung menjawab iya. Tapi istikharah dulu selama empat tahun. Sambil mempelajari kitab-kitab dan landasan-landasan amaliah NU. Setelah itu baru menjawab iya," ujarnya.

Lanjutnya, adapun ciri kelima yakni istighotsah. Istighotsah ini juga khas NU. Inspirasinya yaitu meneladani Nabi Muhammad SAW yang melakukan istighotsah jelang Perang Badar. Sebagaimana diabadikan dalam QS Al-Anfal ayat 9.

Nabi Muhammad SAW juga pernah berpesan kepada sahabat Ketika punya masalah agar istigosah dengan membaca ya hayyu ya qoyyum birahmatika astaghis.

"Ansor Banser kalau punya kegiatan, tapi tidak ada dana jangan khawatir. Istighotsah saja. Pasti semuanya beres," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids