Betapa Meriah Perayaan Tahun Baru di Negeri-Negeri Arab

Betapa Meriah Perayaan Tahun Baru di Negeri-Negeri Arab

Perayaan tahun baru sudah ada sejak zaman bangsa Mesopotamia, pada 2000 sebelum masehi. Mereka merayakannya pada pertengahan Maret (dalam sistem penanggalan sekarang), saat musim ketika matahari berdiri tepat di atas khatulistiwa.

Bangsa lain seperti Mesir, Phoenix, dan Persia juga merayakan tahun baru, tapi ketika musim matahari beridiri di atas khatuliswa sudah habis. Sementara, orang Yunani dulu merayakannya ketika titik balik matahari di musim dingin.

Aturan tanggal itu diubah pertama kali oleh kalender orang Roma, yang memulai tahun tahun baru di tanggal 1 Maret. Namun waktu itu, satu tahun hanya diisi sepuluh bulan.

Perpindahan perayaan tahun baru pada tanggal 1 Januari dimulai di Roma, pada 153 sebelum masehi. Sebelumnya, Numa Pontilius, raja kedua Roma menambahkan Januari dan Februari sebelum Maret pada sekitar 700 SM. Tahun baru waktu itu dirayakan bersamaan dengan pemilihan Konsul Roma—pemegang pemerintahan tertinggi republik Roma. Tapi, kadang orang-orang masih merayakan tahun baru pada 1 Maret.

Baru pada 45 SM, di bawah kekuasaan Julius Caesar, sang Kaisar Romawi dan pencipta cetak biru kalender tahun Masehi, 1 Januari ditetapkan sebagai awal tahun. Waktu itu dia tak terpikir kalau ada peluang usaha tinggi di balik penetapan tanggal itu. Ia tak tahu, di antara tanggal terakhir dan tanggal pembuka di kalender yang ia susun akan ada pesta hura-hura yang dirayakan seluruh penduduk Bumi—bukan cuma kaum Barat, tempat budaya ini berkembang, tapi juga penduduk lainnya di belahan timur Bumi.

Perayaan paling besar setiap tahunnya berada di Times Square, New York. Perayaan yang dimulai sejak tahun 1904 itu jadi daya tarik bagi turis mancanegara yang ingin melihat tradisi penurunan bola raksasa. Seperti dilaporkan Reuters, ada sejuta orang pada malam tahun baru menyambut 2017 ini. Sementara acara yang juga disiarkan di televisi itu diprediksi ditonton oleh 100 juta orang Amerika dan 1 miliar orang di seluruh dunia.

Namun, meski diakui sebagai perayaan paling besar, belum tentu Times Square punya perayaan malam tahun baru paling berkesan. Sejak 2014 lalu memecahkan rekor dunia, kembang api di Burj Khalifa, Dubai—gedung tertinggi di dunia selalu jadi santapan paling sering ditonton penduduk dunia setiap tahunnya.

Tahun ini International Business Times bahkan menobatkan acara puncak penampilan kembang api di Burj Khalifa sebagai salah satu acara tahun baru terbaik. Diledakkan dari 23 lokasi di tengah Dubai selama 8 menit, dengan Burj Khalifa sebagai pusatnya, pantas jika pertunjukan kembang api di Dubai menjadi salah satu perayaan paling meriah.

Berdasarkan dataTravelex yang dihimpun tim riset Tirto.id, Dubai merupakan kota dengan pengeluaran termahal dalam merayakan tahun baru, dengan perhitungan rata-rata satu orang memerlukan Dh 2.240 atau setidaknya $600.

Selain pertunjukan kembang api di Burj Khalifa, ada enam acara besar lainnya yang disiapkan Dubai sebagai menu perayaan tahun baru kali ini. Mulai dari hiburan dari DJ duo Axwell Λ Ingrosso yang dulu terkenal sebagai duet Swedish House Mafia di Hotel Meydan, dan menyaksikan kembang api di W Hotel Dubai, The Ivy Dubai, dan Level 43 Sky Lounge.

Atau makan malam mewah di Inka Dubai dan pesta topeng "Masquerade Night Out" untuk remaja 13-18 tahun di Atlantis the Palm Kids New Years Eve Part. Bisa juga menonton pertunjukan Cirque le Soir di Fairmont Dubai dan pesta Warehouse Dubai dengan tema "2017 Will Awaken".



Keseriusan Dubai menggarap pesta tahun barunya, membuat Januari jadi salah satu bulan tersibuk Dubai dipadati turis. Berdasarkan data dari Dubai Airports yang dilansir Gulf News, total pengunjung Dubai pada Januari 2016 lalu mencapai 7,3 juta orang.

Perayaan seru lainnya juga bisa ditemukan di Abu Dhabi, tetangga Dubai di Uni Emirat Arab. Selain ada pesta kembang api di sejumlah tempat, Abu Dhabi juga mempersiapkan pool party di Jumeirah Etihad Towers dengan bar-bar dan DJ; pesta electronic dance music (EDM) di Blue Marlin Ibiza dengan bintang tamu Detroit DJ Stacey Pullen dan pertunjukan Dennis Ferrer dan De La Swing; hiburan dari Queen of pop Nancy Ajram bersama dengan Bilal Fares di Pantai Rotana; dan, yang paling menggembirakan adalah pertunjukan musik dari Coldplay di Yas Island.

Yang menarik adalah bagaimana kedua negara Uni Emirat Arab ini menarik tradisi barat menjadi sumber pemasukannya. Meski keduanya adalah negeri dengan mayoritas penduduk Islam yang memakai penanggalan Hijriah, tapi mereka tak melewatkan peluang bisnis yang ditawarkan malam tahun baru.

Hura-hura yang identik dengan kembang api, pesta pora penuh makanan dan minuman menyambut pukul 12:00, bahkan dikemas jadi daya tarik bagi pariwisata.

Source: tirto.id

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar