Apakah Mencela atau Menghina Presiden Dapat Pahala?

Apakah Mencela atau Menghina Presiden Dapat Pahala?

Berburu pahala dengan mencela. Seorang jemaah pengajian bertanya, “apakah mencela atau menghina presiden dapat pahala?”.
Saya menjawabnya pakai hadits saja. Pertama, pernah ada yang bertanya pada Aisyah (istri Nabi SAW) tentang akhlak Nabi, maka Aisyah menjawab bahwa Nabi SAW tak berkata-kata kotor (لم يكن فاحشا ولا متفحشا)

Kedua, Anas Ibn Malik berkata, “Sepuluh tahun saya menjadi pelayan Nabi SAW, tapi tak sekalipun saya mendengar kata-kata kasar darinya”. Anas ibn Malik pun berkata, “Nabi bukan pencela, tak berkata kotor, dan bukan pelaknat” (لم يكن رسول الله ص م سبابا ولا فحاشا ولا لعانا).

Alkisah, Nabi SAW pernah menegur Aisyah ketika mencela orang Yahudi yang mencela dan mendoakan buruk buat Nabi SAW. Nabi menegaskan, “Aku diutus bukan sebagai pelaknat tapi sebagai rahmat” (انى لم أبعث لعانا وانما بعثت رحمة).

Dengan dalil-dalil itu, maka tak ada ruang bagi kita untuk berburu pahala dengan mencela. Sebab, mencela adalah tercela.

Itulah akhlak Nabi SAW. Bagaimana dengan akhlak kita jika menghina dan mencela pada sesama saja tak bisa kita hindari? Tentu masih jauh panggang dari api.

Ahad, 2 Desember 2018
Salam,

KH Dr Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua LBM PBNU[Bangkitmedia.com]

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar