Sering Diabaikan, Inilah Empat Kewajiban Rakyat Muslim Kepada Pemimpin

Sering Diabaikan, Inilah Empat Kewajiban Rakyat Muslim Kepada Pemimpin

Dalam Islam, bukan hanya pemimpin saja yang memiliki kewajiban untuk melayani dan mensejahterakan rakyat. Namun juga rakyat memiliki kewajiban yang harus ditunaikan kepada pemimpinnya. Secara umum, ada lima kewajiban yang harus dilakukan oleh rakyat kepada pemimpinnya, sebagaimana berikut:

Menghormati dan memuliakan pemimpin

Rakyat harus menghormati dan memuliakan pemimpin sebagaimana mereka harus menghormati ulama. Dalam Islam, melecehkan dan mencaci pemimpin termasuk perbuatan yang dilarang, meskipun terhadap pemimpin zalim. Nabi Saw bersabda;

السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِي اْلأَرْضِ فَمَنْ أَكْرَمَهُ أَكْرَمَهُ اللهُ وَمَنْ أَهَانَهُ أَهَانَهُ اللهُ

“Penguasa adalah naungan Allah di bumi. Barangsiapa yang memuliakannya, maka Allah akan memuliakan orang tersebut. Dan barangsiapa yang menghinakannya, maka Allah akan menghinakan orang tersebut.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Mendengar dan mentaati pemimpin

Mendengar dan mentaati pemimpin termasuk kewajiban bagi seluruh rakyat. Seluruh perintah dan kebijakan pemimpin harus didengar dan ditaati, selama tidak menyuruh maksiat kepada Allah. Terdapat banyak riwayat yang menyuruh untuk mentaati pemimpin, di antaranya adalah hadis yang bersumber dari Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda;

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ ، فِيمَا أَحَبَّ أَوْ كَرِهَ ، إِلا أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ ، فَمَنْ أَمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلا سَمْعَ عَلَيْهِ وَلا طَاعَةً

“Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat tatkala senang maupun benci kecuali diperintah kepada maksiat. Barangsiapa memerintah kepada maksiat, maka tidak boleh mendengar dan taat.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Menasehati pemimpin dengan rahasia dan ramah

Jika hendak menasehati pemimpin karena ada kebijakan yang salah dan merugikan rakyat, maka hendaknya dilakukan dengan rahasia dan ramah, bukan dengan terang-terangan apalagi dengan demo. Hal ini sesuai dengan petunjuk dari Nabi SAW. Beliau bersabda;

مَن أراد أن ينصحَ لسلطانٍ بأمرٍ فلا يُبدِ له علانية، ولكن ليأخذْ بيدِه فيخلوَ به، فإن قَبِل منه فذاك، وإلاَّ كان قد أدَّى الذي عليه له

“Barangsiapa yang ingin menasehati pemimpin dalam sebuah kebijakan, maka janganlah dia memulai dengan terang-terangan, namun hendaknya dia ambil tangannya, kemudia bicara empat mata. Jika diterima maka itulah (yang diharapkan), jika tidak maka dia telah melaksanakan kewajibannya.” (HR. Ahmad).

Mendoakan dan membantu pemimpin

Selain wajib menghormati dan taat, rakyat juga wajib mendoakan kebaikan pada pemimpin sekaligus membantunya. Para ulama terdahulu senantiasa mendoakan kebaikan pada pemimpin, meskipun pemimpinnya zalim dan sewenang-wenang. Imam Ahmad berkata, ‘Saya selalu mendoakan pemimpin siang dan malam agar diberikan kelurusan dan taufik, karena saya menganggap itu suatu kewajiban.’

Oleh: Moh Juriyanto via islami.co

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar