Raja Maroko Ampuni Ratusan Tahanan di Hari Maulid Nabi

Raja Maroko Ampuni Ratusan Tahanan di Hari Maulid Nabi

Kerajaan Maroko memiliki ‘tradisi rutin’ ketika hari libur nasional keagamaan tiba, termasuk pada hari Maulid Nabi. Yaitu memberikan pengampunan atau grasi kepada para tahanan. Pada hari Maulid Nabi tahun ini, Departemen Kehakiman mengumumkan ‘pengampunan kerajaan’ pada Senin, 19 November, bertepatan malam Maulid Nabi.

Dalam pengumuman tersebut, sebagaimana dilansir moroccoworldnews, Selasa (20/11), Raja Maroko Mohammed VI memberikan beberapa jenis pengampunan kepada para tahanan dalam rangka Maulid Nabi. Pertama, mengurangi masa tahanan. Raja Mohammed VI mengurangi masa tahanan penjara bagi 563 narapidana. Ada 9 narapidana yang diampuni dari hukumannya penjara seumur hidup menjadi penjara tetap.

Kedua, membatalkan hukuman mati. Pada hari Maulid Nabi tahun ini, Raja Mohammed VI mengampuni seorang tahanan dari hukuman mati. Raja Mohammed VI mengamputasi hukuman mati menjadi penjara seumur hidup bagi narapidana tersebut. Sementara tiga sisanya diampuni dari sisa hukuman penjara mereka.

Ketiga, membebaskan denda. ‘Pengampunan kerajaan’ pada Maulid Nabi tahun ini juga membatalkan denda bagi 142 tahanan. 11 narapidana dibebaskan dari denda dan sisa hukuman penjara mereka. Sementara tujuh sisanya masih harus membayar denda.
Namun demikian, tidak ada penjelasan lebih rinci tentang nama-nama atau identitas para tahanan tersebut.

Pada Idul Fitri lalu, Raja Mohammed VI juga mengampuni 707 narapidana. Sementara Raja Mohammed VI memberikan ampunan kepada 889 tahanan, termasuk 184 tahanan Hirak Rif, pada Idul Adha lalu.

Maulid Nabi tahun ini jatuh pada 20 November 2018. Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Maulid dengan berbagai macam cara. Ada yang mengadakan pengajian, mengumandangkan puji-pujian untuk Nabi Muhammad, membagikan cokelat dan bunga seperti Muslim di Wakefield, dan mengampuni tahanan sebagaimana yang dilakukan Raja Mohammed VI. (Red: Muchlishon/NU Online)

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar