Orang yang Tidak Pernah Merasakan Pahitnya Mencari Ilmu, Ia akan Hina dalam kebodohan

Orang yang Tidak Pernah Merasakan Pahitnya Mencari Ilmu, Ia akan Hina dalam kebodohan

Mungkin ada beberapa anak yang masih dalam periode belajar merasa kesal dan penat terhadap kedisiplinan yang merupakan kewajibannya. Ia akan kesal dengan peraturan, tidak menyukai keamanan, merasa penat ketika disodori tugas dari ustad, merasa terpaksa menahan keinginan bermain, dan merasa terpaksa menahan rindu berkumpul keluarga.

Tapi kekesalan itu akan berubah menjadi rasa syukur yang tak terhingga di masa depan. Ketika dewasa mereka akan bersimpuh berterimakasih di hadapan ustad dan orang-orang yang mendidiknya dengan disiplin. Mereka akan berpikir, Seandainya masa belajar dihabiskan dengan bermain dan tidak diarahkan ke bangku sekolah atau dampar pesantren, maka mereka akan terkungkung dalam sangkar kebodohan. Seperti maqolah imam syafi'i :

من لم يذق مر التعلم ساعة تجرع ذل الجهل طول حياته
"Siapa dia yang tidak pernah mencicipi pahit getirnya mencari ilmu, maka ia akan merasakan hinanya kebodohan selama hidupnya."

Hingga pada akhirnya, kesusahan belajar akan berbuah manis menjadi ilmu dan menjadi wawasan yang menyejukkan. Imam Al-Ghazali di dalam ihya'nya mengatakan, bahwa musibah dunia merupakan hakikat dari Nikmat akhirat. Seperti halnya bagi orang sakit, obat yang pahit adalah ni'mat berujung kesembuhan.

Kita harus meyakini bahwa "inna ma'al usri yusro" , di balik kesusahan pasti ada kemudahan. Di balik usaha yang keras pasti ada buah manis yang menunggu kita untuk memanennya.. Musibah dunia adalah kenikmatan hakiki.. Tentunya hal ini tidak bisa dipukul rata. Tergantung bagaimana anda menyikapi dan menafsirinya.

Terus berikhtiyar , berdoa, dan tawakkal kepada sang maha bijaksana adalah kunci kesuksesan.
إحياء علوم الدين ص ١٧٢ ج ٤
فإن مصائب الدنيا طرق إلى الآخرة ، وكل بلاء في الأمور الدنيوية مثاله الدواء الذي يؤلم في الحال وينفع في المآل ، فمن عرف هذا تصور منه أن يشكر على البلايا ، ومن لم يعرف هذه النعم في البلاء لم يتصور منه الشكر ؛ لأن الشكر يتبع معرفة النعمة بالضرورة ، ومن لا يؤمن بأن ثواب المصيبة أكبر من المصيبة لم يتصور منه الشكر على المصيبة ، والأخبار الواردة في ثواب الصبر على المصائب كثيرة ،
.

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar