NU Didirikan Oleh Para Ulama, Merendahkan NU bisa Mati Suul Khotimah

NU Didirikan Oleh Para Ulama, Merendahkan NU bisa Mati Suul Khotimah

Tulisan: KH. Mas Abdul Adzim Cholili, Pondok Pesantren Kepang Bangkalan, Sidogiri

Beberapa hari ini, saya menyaksikan status atau pernyataan2 dari kawan2 Santri, di Medsos yang mempertanyakan peran NU terhadap NKRI dan Ummat, bahkan tidak jarang pula terselip komentar bernada nyinyir kepada NU.

Oleh karena itu, perlu Saya jelaskan di awal, bahwa pendirian NU tidak lepas dari perjuangan salah satu Masyayikh Sidogiri.

Semenjak dulu, KH. Nawawi bin Nurhasan (Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri) termasuk salah satu pencetus dan pendiri NU. Jadi NU ini termasuk warisan dan amal jariyah Syaikhina KH. Nawawi bin Nurhasan. Karena itu menjaga NU sama dengan menjaga warisan dan Amal Jariyah beliau. Begitupun dengan sebaliknya, menghancurkan NU, menggembosinya, nyinyir dan bentuk penghinaan lainnya, sama halnya dengan menghancurkan warisan dan amal Jariyah beliau.Wal iyadzu Billah.

KH.Cholil bin Nawawi dan Kiai Sa'doellah bin Nawawi juga pernah masuk dalam jajaran kepengurusan NU pada masanya. Pada era beliau-beliau ini, jangan dikira tidak ada kejadian serupa dengan apa yang ada di hari ini. Lebih tepatnya, sebuah kejadian yang luar biasa dan cukup menghebohkan para ulama waktu itu, yaitu NU menyetujui NASAKOM. Tapi beliau tetap setia di NU, dan tidak bereaksi negatif, juga tidak mufaraqah dari NU, apalagi sampai menghujat dan merendahkan NU.

Suatu saat KH. Baqir Pengasuh pondok pesantren Banyu Anyar Pamekasan mengatakan kepada kiai Sa'doellah bin Nawawi: "Kauleh ngerengah NU na KH.Hasyim Asy'ari bisaos Mas,"Lalu Kiai Sa'doellah bin Nawawi dawuh: "Deddih mon bede Masjid kotor, benyak temanco'en pas edina'agina Ra??"

Seperti itu bentuk perhatian para Masyayikh Sidogiri kepada NU. Saya jadi terbayang, Saat Kyai Sa'doellah bin Nawawi sedang mengawasi dan memperhatikan drumband ANSOR dari PPS yang berlatih di halaman Madrasah Baru (sekarang menjadi daerah Arab), yang waktu itu dikomandani Pak Saif, salah satu santri PPS senior, orang kepercayaan beliau. Begitu semangatnya beliau dalam memperjuangkan dan menghidupkan NU.

Kemudian pernahkah kita berfikir,, bahwa status atau komentar kita itu, berpotensi bisa membuat orang sinis terhadap NU, yang berakibat NU akan di tinggalkan ummatnya lantaran status nyinyir dan provokatif. Kita menyangka status dan komentar kita ini biasa-biasa saja, padahal sejatinya berseberangan dan melawan, juga menyakiti Hadratus Syekh KH. Ahmad Nawawi Abd Djalil sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, sekaligus termasuk jajaran kepengurusan di NU.

Bukankah sebagai santri, sudah semestinya satu perjuangan dengan Kyainya, satu tujuan, karena "Min Syarthi Al-Murafaqah, Al-Muwafaqah", bukan malah meremehkan dan berani menentang guru dengan membuat pernyataan dan pertanyaan2 bernada provokatif ke NU, lalu membenturkannya dengan Peran Pesantren.

Ingat !!!
Semenjak dulu NU memang mau diberangus, dengan segala cara mereka tempuh, dari luar maupun dari dalam. Tapi mungkin karena NU adalah نهضة العلماء: (gerakannya para Ulama) bukan نهوض العلماء (bangun/bangkit nya Ulama) dan di dirikan oleh para Auliya' Alloh dan para Ulama yg hatinya jerni dan ikhlas, maka sampai sekarang NU tetap tegak dan kokoh, makanya kita jangan sekali2 ikut2 tan menghadang dan menghancurkan nya, nanti hawatir terpental, terjerembab dan hancur sendiri, terkena ياجبار ياقهار nya para Auliya' dan Ulama', seperti dawohnya Hadlrotus syaikh KH.Hasyim Asy'ari ketika menerima hadiah tasbih dari gurunya(Hadlrotus syaikh KH.M.Cholil bin Abd.latif Bangkalan)

Pernahkah kita berpikir dan mencari jawabannya..

Apa kira2 Alasan utama para Auliya' dan para Ulama kita terdahulu membentengi ASWAJA dengan mendirikan organisasi NU ini?

APAKAH waktu itu tidak ada Pondok Pesantren, Majlis taklim, Madrasah, dll?? Dan KENAPA para Auliya Allah dan para Ulama kita terdahulu itu juga menjaga NKRI dengan mendirikan NU?? APAKAH waktu itu tidak ada pemerintahan??

Kira-kira.. BISAKAH berjalan dengan aman dan lancar peroses belajar & mengajar di pesantren, jika Aswaja diberangus dan NKRI dikacau dan dirongrong oleh para Penjajah dan komunis??

APAKAH sebodoh itu, para Auliya Allah dan para Ulama mendirikan NU tanpa ada manfaat dan gunanya?

Jawablah dengan menggunakan Bashiroh!

INGAT !!! di antara pendiri NU, ada guru kita, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Yaitu Hadratus Syeikh KH. Nawawi bin Nurhasan.

Oleh karena itu, yang merasa Santri Sidogiri, sekalipun sudah senior, berhati2 lah dalam berkomentar, jaga adab.

Jangan2 komentarnya itu menyakiti dan melukai hati Masyayikh, dikarenakan merendahkan dan meremehkan Masyayikh, baik yang masih hidup maupun yang sudah pulang ke rahmatullah.

Abah saya pernah bercerita:

..."dulu waktu masanya beliau, ada anak santri Sidogiri yang sangat cerdas (murid kelas abah), dia meremehkan gurunya, mungkin karena merasa sudah alim, sudah tahu dan faham, pada saat guru menerangkan pelajaran dia kurang memperhatikan, akhirnya ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat, tidak barokah, dan yang lebih mengerikan lagi dia meninggal dunia dalam keadaan  Su'ul khatimah, menjadi pengikut PKI. Na'udzu billahi min dzalik."

Semoga ini bermanfaat untuk bahan renungan bersama. Dan semoga kita diberi ilmu yg manfaat serta barokah, dan senantiasa mendapatkan ampunan dan ridho dari para Masyayikh kita, Amin.

يا عليم العلام علمنا من علمك المخزون وسرك المكنون الذي اودعته لديك.

آمين.... آمين..... آمين...

(Alfaqir Abduh)

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar