Mahasiswa UIN Jakarta Deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid

Mahasiswa UIN Jakarta Deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid

Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan sikap melalui Deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid, Kamis (1/11). Deklarasi tersebut menyikapi isu yang belakangan terjadi, yaitu kalimat tauhid dipolitisasi untuk memuluskan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Deklarasi ini diikuti semua institusi Fakultas Ushuludin UIN Jakarta yakni Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir-Ilmu Hadis, HMJ Aqidah Filsafat-Ilmu Tasawwuf I dan DEMA Fakultas Ushuluddin.

Tepat pukul 16.00 dengan mengenakan pakaian batik, seluruh peserta mengelilingi gedung kampus UIN Jakarta dengan titik akhir di Fakultas Ushuluddin. Setelah itu dilanjutkan dengan orasi dari masing masing perwakilan lembaga mahasiswa terkait, dan diakhiri dengan dibacakan deklarasi.

Berikut deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid

1. Menolak kalimat tauhid untuk dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu

2. Menolak bendera yang bertuliskan kalimat tauhid dijadikan alat politik apa pun

3. Mengutuk keras pemakaian kalimat tauhid di bendera organisasi yang dilarang negara

4. Mengecam pihak pihak tertentu yang mempolitisasi kejadian pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid di Garut.

5. Mendukung Ansor/Banser untuk terus menjaga keutuhan NKRI dari paham tertentu yang sifatnya sesat atau dilarang di indonesia

Khairul Umam sebagai perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Aqidah Filsafat Islam-Ilmu Tasawuf dalam orasinya menyampaikan, politik dan politisasi itu berbeda. Saat ini aksi-aksi yang mengaku membela kalimat tauhid itu cenderung untuk tujuan politik tertentu.

“Dan apa yang telah dilakukan Banser itu merupakan pembakaran lambang simbol HTI bukan lambang tauhid. Dan saat ini kalimat tauhid pun dipolitisasi oleh oknum HTI yang ormas itu telah resmi dibubarkan di Indonesia," tegasnya.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuludin dan Kampus Umum (Komfuspertum) Nurul Chusna menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyalahgunaan kalimat tauhid yang nyaris digunakan bukan pada tempatnya, yakni sebagai alat untuk memuluskan kepentingan kelompok tertentu.

Deklarasi para mahasiswa itu berakhir dengan damai dan ditutup pada pukul 18.00 WIB. (ZF/Abdullah Alawi/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar