KH Luqman Hakim: Jangan Jauhkan Umat Islam Dari Kiai

KH Luqman Hakim: Jangan Jauhkan Umat Islam Dari Kiai

Sejarah umat Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari peran kiai sebagai pemimpin intelektual sekaligus spiritual dalam membentuk umat Islam yang moderat dan toleran di Indonesia. Melalui spirit relijius yang diajarkan kiai kepada santri-santrinya, Islam di Indonesia berhasil menjadi Islam yang ramah dan mampu beradaptasi dengan tradisi dan budaya luhur masyarakat Nusantara.

Maka dari itu, dalam konteks Islam di Indonesia, jangan sampai umat Islam dijauhkan dari para kiai, karena apabila itu terjadi, umat bisa kehilangan arah karena tidak memiliki patron yang otoritatif dalam beragama. Umat Islam dan kiai ibarat dua hal yang tak boleh dipisahkan karena jika hendak menjaga Islam Indonesia yang damai hingga jauh di masa depan, maka umat Islam harus tetap menjadikan kiai sebagai patron dalam keilmuan dan spiritual Islam.

Selaras dengan hal tersebut, KH Luqman Hakim menghimbau jangan sampai ada upaya untuk menjauhkan antara Kiai dan umat Islam di Indonesia. Upaya semacam itu tidak hanya menyesatkan, tetapi juga bisa bertentangan dengan tradisi Islam di Indonesia. “Jangan jauhkan umat Islam dari para kiainya,” tulis Kiai Luqman dalam akun twitternya, Selasa (30/10).

Dalam beberapa dekade terakhir, Direktur Sufi Center itu mengatakan ada kelompok yang menjargonkan kembali ke Al-Quran dan Hadis. Padahal, gerakan itu menyesatkan karena menghimbau umat Islam untuk tidak menjadikan kiai sebagai rujukan dalam beragama. “Dalam 20 tahun terakhir, gerakan memisahkan santri dengan kiai lewat jargon kembali ke Al-Quran dan Hadis secara dangkal dan bahkan cenderung menyesatkan telah terjadi,” ungakapnya.

Cilakanya, gerakan semacam itu malah menjadikan orang-orang yang baru belajar agama sebagai patron. Padahal mereka senyatanya tidak memahami agama itu sendiri, kecuali hanya sebatas permukaan saja seperti hafal satu atau dua ayat atau hadis. “Apalagi ustad seleb yang dijadikan idol. Gawat bagi masa depan umat,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor.[islamramah.co]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar