149 Orang Meninggal dalam Pertempuran di Yaman Selama 24 Jam

149 Orang Meninggal dalam Pertempuran di Yaman Selama 24 Jam

Sedikitnya 149 orang, termasuk warga sipil, tewas dalam pertempuran antara loyalis pemerintah Yaman dengan pemberontak Houthi di kota Hodeida. Bentrokan itu terjadi dalam jangka waktu 24 jam terakhir.

Dituturkan sumber koalisi militer propemerintah Yaman, seperti dilansir AFP, Senin (12/11/2018), pemberontak Houthi berhasil memukul mundur operasi koalisi propemerintah Yaman, yang didukung oleh militer Arab Saudi dan sekutu-sekutunya, untuk menargetkan pelabuhan Hodeida.

Hodeida yang berbatasan dengan Laut Merah di bagian barat, menjadi garis kehidupan bagi 14 juta warga Yaman yang terancam menghadapi kelaparan massal. Seorang pejabat militer di Hodeida pada Senin (12/11), menyebut 7 warga sipil tewas akibat bentrokan 24 jam itu.


Sedangkan petugas medis di berbagai rumah sakit di Hodeida, seperti dilansir AFP, melaporkan 110 pemberontak dan 32 loyalis pemerintah Yaman tewas dalam bentrokan yang sama.

Sumber-sumber dari rumah sakit militer Al-Alfi, melaporkan bahwa jenazah-jenazah yang hangus terbakar dibawa ke rumah sakit tersebut sejak semalam. Sumber militer Yaman mengonfirmasi bahwa koalisi pimpinan Saudi menargetkan kelompok Houthi dengan serangan-serangan udara.

Diketahui bahwa pasukan pemerintah Yaman, yang didukung tentara Emirat di medan pertempuran, melakukan serbuan untuk bisa masuk ke Hodeida yang dikuasai Houthi. Mereka berhasil masuk ke wilayah Hodeida sekitar 11 hari setelah memulai operasi pada awal bulan ini.


Pada Minggu (11/11) waktu setempat, pasukan pemerintah Yaman mencapai kawasan permukiman Hodeida. Hal ini memicu kekhawatiran adanya pertempuran baru yang bisa membahayakan warga sipil yang terjebak di Hodeida. Sumber-sumber dari warga lokal dan militer pemerintah Yaman melaporkan keberadaan sniper dari pemberontak Houthi yang disiagakan di atap-atap gedung di jalanan Hodeida bagian timur.

Serbuan di Hodeida ini memicu kecaman internasional. Organisasi-organisasi kemanusiaan mengkhawatirkan keselamatan nyaris 600 ribu orang yang tinggal di Hodeida, juga jutaan orang lainnya yang bergantung pada pelabuhan Hodeida demi suplai makanan dan bantuan kemanusiaan.

Koalisi pimpinan Saudi dan sekutunya mengintervensi konflik Yaman sejak tahun 2015 untuk membantu pemerintah Yaman. Operasi itu, disebut oleh PBB, telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia yang kini terjadi di Yaman.

Koalisi pimpinan Saudi terus berupaya mengusir Houthi dari wilayah pantai Yaman, namun gagal merebut Hodeida dalam beberapa kali gempuran. Sejak bentrokan sengit pecah pada 1 November lalu, total nyaris 600 orang tewas di Hodeida. Gempuran ini mengakhiri penangguhan serangan yang diberlakukan pemerintah Yaman sejak Juni lalu.

Sumber: detik.com

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar