Soal Hoaks, Polisi: Dibuat Orang Pintar Disebar Orang Baik yang Bodoh

Soal Hoaks, Polisi: Dibuat Orang Pintar Disebar Orang Baik yang Bodoh

Akhir-akhir ini, isu berbau hoaks tengah menjadi perhatian besar di kalangan masyarakat. Hoaks yang menyebar di media sosial dengan cepat dan mempengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut berita-berita tersebut dibuat oleh orang-orang pintar tapi memiliki niat jahat. "Tapi (hoaks) disebarkan oleh orang baik namun mohon maaf bodoh," kata Setyo dalam acara diskusi di Hotel 88, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/4).

Setyo mengatakan, Polri telah mulai mencoba menanggulangi permasalahan ini sejak tahun 2015. Namun, akibat semakin meningkatnya angka-angka kasus ujaran kebencian dan hoaks, Polri kemudian membentuk tiga direktorat baru untuk memantau fenomena ini pada awal 2017.
"Kita bentuk Direktorat Kamsus (Keamanan Khusus) di Baintelkam, Dittipid Siber di Bareskrim dan Biro Multimedia Divhumas Polri. Tujuannya untuk melakukan patroli siber selama 24 jam setiap harinya," kata dia.

Selain itu, Setyo juga menyebut hoaks sangat mudah menyebar jika disampaikan oleh orang yang terpercaya. Ia mencontohkan hal tersebut dengan menceritakan salah seorang Petinggi Polri yang terpengaruh oleh isu hoaks telur palsu.

"Saya bilang 'mas kok percaya isu telur palsu?' Dia jawab 'dikasih tahu mertua saya'," ujar Setyo.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, AKP Bayu Harnanto selaku Kanit 5 Subdit 3 Dittipid Siber Bareskrim Polri membeberkan ada 900 laporan mengenai hoaks yang masuk dari Januari hingga April 2018. "Sementara sepanjang tahun 2017 ada 1400 laporan hoaks yang masuk ke kita," beber Bayu.

Sumber: Kumparan.com

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar