Sebut Ratna Sarumpaet Cut Nyak Dien Masa Kini, Hanum Rais Diminta Ajukan Maaf ke Warga Aceh

Sebut Ratna Sarumpaet Cut Nyak Dien Masa Kini, Hanum Rais Diminta Ajukan Maaf ke Warga Aceh

Hanum Rais membuat sejumlah warga Aceh geram karena mengatakan bahwa baginya Ratna Sarumpaet adalah Cut Nyak Dien masa kini.

Pernyataan Hanum Rais tentang Ratna Sarumpaet tersebut menyulut emosi sejumlah warga Aceh.

Mereka tidak terima jika Hanum Rais menyamakan Ratna Sarumpaet dengan pahlawan daerah mereka, Cut Nyak Dien.

Mereka menuntut permintaan maaf Hanum Rais secara khusus kepada warga Aceh.

Pada Rabu (3/10/2018), melalui akun Instagram dan Twitternya @hanumrais, Hanum Rais memposting video saat bersama Ratna Sarumpaet.

Video tersebut diposting sebelum kebohongan Ratna Sarumpaet terbongkar ke publik.

Namun belakangan ini, video tersebut sudah dihapus.

Dalam video tersebut, Hanum Rais berkata bahwa baginya Ratna Sarumpaet adalah Cut Nyak Dien masa kini.

"Saat ini saya bersama Bunda Ratna Sarumpaet, saya bisa merasakan, beliau buat saya adalah Cut Nyak Dien masa kini," kata Hanum Rais.

Tak hanya itu, Hanum Rais juga menyamakan Ratna Sarumpaet dengan Kartini.

"Kartini masa kini adalah Bunda Ratna Sarumpaet dan mungkin Bunda Neno Warisman.

Dan mudah-mudahan mengilhami ribuan Neno Warisman dan juga Ratna Sarumpaet di Indonesia.

Salah satunya mudah-mudahan saya jadi bagian dari perjuangan ini ya, bunda," lanjut Hanum Rais sambil merangkul pundak Ratna Sarumapet.

Setelah kebohongan Ratna Sarumpaet terbongkar, banyak warga Aceh yang menuntut Hanum Rais untuk meminta maaf secara khusus.

"Anda @hanumrais harus meminta maaf secara khusus kepada Rakyat Aceh karena telah secara tidak beretika mencatut nama Cut Nyak Dhien. Kami sebagai rakyat tak sudi, nama pahlawan kami dicatut untuk ambisi politik anda!," tulis Putra Rizki di akun Twitternya seperti yang telah Grid.ID kutip dari Serambinews.com.

Selain itu, akun atas nama Fakhrurrazi juga menyampaikan protesnya terhadap Hanum Rais.

"Video yang loe opload td mana @hanumrais? di video itu pakek bawa2 nama Cut Nyak Dhien. Saya orang Aceh keberatan nama pahlawan kami dicatut2 dng pembohong. Malu, harusnya minta maaf," tulis Fakhrurrazi.

Seorang advokat asal Aceh bernama J Kamar Farza bahkan ikut menuntut permintaan maaf Hanum Rais.


Menurut J Kamar Farza, perkataan Hanum Rais yang menyamakan Ratna Sarumpaet dengan Cut Nyak Dien dan Kartini telah melukai perasaan publik.

Dia bahkan menyebutkan jika itu adalah tindakan yang hina.

"Menyetarakan pembohong dengan pejuang Cut Nyak Dhien dan Kartini adalah tindakan hina yang melukai perasaan publik," tulis J Kamar Farza.

Melihat banyaknya tuntutan permintaan maaf, Hanum Rais memposting pernyataan di akun Twitternya dengan diakhiri #KebohonganRatna.

Melalui pernyataan tersebut, Hanum Rais meminta maaf kepada publik.

"Memohon maaf adalah ajaran besar dalam Islam ketika kita berbuat keliru. Saya secara pribadi mohon maaf atas kecerobohan dlm mengunggah berita meski telah bertabayyun pada ibu Ratna S langsung,hinggapada akhirnya yg bersangkutan telah mengaku berbohong. #KebohonganRatna," tulis Hanum Rais.

Pada Postingan lain, Hanum Rais menuliskan bahwa Ratna Sarumpaet telah mencederai kepercayaan masyarakat Indonesia.

"Pertemanan dan hubungan baik selama ini membuat kami mudah tersentuh&iba, apalagi saat beliau dgn meyakinkan menceritakan adegan pengeroyokan dgn air mata serta menunjukkan bekas di wajah. Naas, beliau mencederai kepercayaan kami semua, seluruh masy indonesia.#kebohonganRatna," tulis Hanum Rais.


Seperti yang kita ketahui, Ratna Sarumpaet telah mengakui kebohongan soal wajah bengkaknya.

Dia mengaku telah mengarang cerita tentang pengeroyokan yang dialaminya hingga membuat wajahnya bengkak.

Melansir dari kompas.com, sebenarnya wajah bengkak Ratna Sarumpaet tersebut adalah hasil proses sedot lemak di pipi kanan kiri yang belum lama ini dijalaninya.

Ratna Sarumpaet bahkan membohongi sejumlah tokoh politik seperti Fadli Zon, Prabowo Subianto, dan Amien Rais. (*)

Sumber: Grid.id

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar