Prof Quraish Shihab: Dengan Alasan Apapun, Menyebarkan Hoaks Itu Dosa

Prof Quraish Shihab: Dengan Alasan Apapun, Menyebarkan Hoaks Itu Dosa

Ahli Tafsir Al-Qur’an Indonesia Prof Dr Quraish Shihab mengatakan bahwa setiap informasi atau berita yang tersebar di media sosial, apalagi menyangkut kepentingan masyarakat luas, hendaknya terlebih dahulu diverifikasi atau dicek terlebih dahulu kebenarannya. Kita hendaknya tidak menyebarkan begitu saja setiap informasi yang diperoleh tanpa mengetahui apakah informasi itu fakta atau berita bohong (hoaks). Sekalipun informasi itu fakta, tetapi tidak berdampak positif bagi masyarakat luas, maka lebih baik kita tidak menyebarkannya.

Pesan itu disampaikan Prof Dr Quraish Shihab saat menjadi narasumber dalam acara Shihab dan Shihab, Rabu (16/10). Menurut Prof Quraish, Islam sebenarnya tegas terhadap kabar bohong, di mana Islam memberi aturan tegas kepada umatnya untuk ber-tabayyun (klarifikasi) terhadap segala informasi atau berita yang diterimanya.

“Setiap berita atau informasi kalau itu sudah diragukan kebenarannya, harus melakukan tabayyun (klarifikasi). Kalau tidak, berdosa yang menyebarkan informasi itu. Karena Tuhan sudah memerintahkan, apabila datang kepadamu seorang fasik, seorang yang durhaka, lakukan klarifikasi,” jelas Prof Quraish  Shihab dalam video ceramahnya di Chanel Youtube Najwa Shihab (16/10).

Pendiri Pusat Studi Al-Quran itu menambahkan, sekalipun informasi itu benar adanya, tetapi tidak penting atau tidak memberi manfaat terhadap masyarakat luas, maka lebih baik kita tidak membagikan informasi itu kepada orang lain.

“Semua informasi atau berita yang diterima oleh seseorang, kalau informasi itu penting, apalagi menyangkut masyarakat umum, dia wajib melakukan klarifikasi kebenarannya. Tapi kalau informasinya tidak penting, tidak perlu juga kita membagikan informasi itu,” tambahnya.

Prof Quraish juga mengingatkan, bahwa salah satu penyait lidah manusia adalah kerapkali membicarakan hal-hal yang tidak penting. Padahal, waktu kita amatlah mahal dari sekedar membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Salah satu penyakit lidah itu adalah membicarakan hal-hal yang tidak penting. Habis waktu kita dalam membicarakan hal-hal yang tidak penting,” tegas pakar Al-Quran alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu.

Sumber: Islamramah.co

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar