Polisi Siapkan Pasal bagi Pembawa Bendera HTI

Polisi Siapkan Pasal bagi Pembawa Bendera HTI

Polisi telah memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus pembakaran bendera oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) yang terjadi dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-Alun Limbangan Kabupaten Garut Senin (22/10) lalu.

Bahkan kini arah angin berbalik. Menurut Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, polisi kini fokus mengejar mereka yang membawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu. “Tindakan pembakaran tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada laki-laki yang “menyusup”, sehingga laki-laki inilah sebenarnya orang yang sengaja ingin mengganggu kegiatan HSN yang resmi dan bertujuan baik,” kata Fana pada Beritasatu.com, Kamis (25/10).

Untuk itu kata dia, polisi berkesimpulan bahwa laki-laki penyusup yang dalam pencarian itu, patut diduga telah melanggar Pasal 174 KUHP yakni Barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang, dengan mengadakan huru-hara, atau membuat gaduh, dihukum penjara selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak banyaknya Rp 900.

Seperti diberitakan laki-laki misterius itu memakai peci dan sarung serta membawa ransel. Dia yang mengeluarkan dan mengibarkan kain warna hitam seperti bendera yang selama ini dikenal secara luas sebagai bendera HTI. Laki-laki misterius ini mengibarkan bendera di tengah kegiatan upacara. Kemudian laki-laki itu diamankan anggota Banser yang bernama Asep dan dibawa keluar dari area upacara ke tempat tenda untuk diinterogasi.

Dari hasil interogasi, laki-laki tersebut tidak membawa KTP/identitas, hanya mengaku dari Cibatu Garut. Kemudian diminta meninggalkan lokasi. Setelah laki-laki tersebut meninggalkan tempat, selanjutnya tiga anggota Banser secara spontan membakar bendera HTI tersebut agar tidak digunakan lagi.



Sumber: BeritaSatu.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar