Liga Muslim Dunia Ajak Islam, Kristen, dan Yahudi Berkumpul di Yerusalem

Liga Muslim Dunia Ajak Islam, Kristen, dan Yahudi Berkumpul di Yerusalem

Liga Muslim Dunia (MWL) mengambil langkah trobosan dengan mendorong umat Islam untuk membentuk delegasi bersama dengan para pemimpin Kristen dan Yahudi. Utusan dari tiga agama ini lalu bersama-sama mengunjungi Yerusalem sebagai bagian dari langkah menuju perdamaian.

“Kita harus membuat konvoi perdamaian yang mewakili ketiga agama abrahamik. Mereka mesti terdiri dari Muslim, Kristen, dan Yahudi dan harus mengunjungi semua tempat suci,” kata Muhammad bin Abdul Karim Alissa, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia seperti dilaporkan Fox News.

Meski demikian, Muhammad bin Abdul Karim mensyaratkan bahwa utusan yang dikirim bukan tokoh politik, melainkan benar-benar pemimpin berpengaruh dari masing-masing agama. Posisi delegasi yang independen, menurutnya, akan membersihkan langkah strategis ini dari agenda politik apa pun di luar tujuan perdamaian.

Mantan menteri keadilan Saudi itu juga tidak ingin delegasi tersebut dipandang sebagai upaya dari negara tertentu saja, misalnya Arab Saudi. "Itu datang dari dunia Muslim, dunia Kristen dan dunia Yahudi. Itu tidak memiliki relevansi dengan negara mana pun,” katanya pada Kamis lalu.

Muhammad bin Abdul Karim yang juga aktivis lintas iman ini hadir bersama Ronald Lauder, Presiden Kongres Yahudi Dunia, dan para pemimpin agama lainnya di Konferensi Tingkat Tinggi Tahunan Kedua Liga Muslim Dunia bertajuk "Cultural Rapprochement Between the US and the Muslim World" di New York pekan ini.

Menurutnya, peran utama konferensi ini adalah mencegah ekstremis memanfaatkan setiap celah intelektual yang dapat mereka gunakan untuk mempromosikan ideologi ekstremis. “Kami mendorong dialog yang beradab dengan Amerika Serikat, dan ini tidak membuat para ekstremis senang. Kami di sini untuk menggagalkan ekstremisme ini," ujarnya.

Fox News menilai posisi Sekjen Liga Muslim Dunia ini mencerminkan pemanasan hubungan yang tenang antara negara Arab Sunni dan Israel, yang sama-sama sedang menjadikan Iran sebagai musuh bersama. Sejak 2016 telah beredar laporan yang mengatakan bahwa Arab Saudi sudah mulai mengubah sikapnya terhadap Israel, dan telah mengutuk anti-Semitisme yang merajalela di negara-negara Arab lainnya. (Red: Mahbib/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar