[Kajian Islam] Meletakkan Bendera Bertuliskan Tauhid di Tanah Hukumnya Haram bahkan Bisa Kufur

[Kajian Islam] Meletakkan Bendera Bertuliskan Tauhid di Tanah Hukumnya Haram bahkan Bisa Kufur

Bagaimana hukumnya meletakkan Bendera yanag ada tulisan tauhid di lantai  taupun di tanah?

Jawaban :

Semua ulama’ sepakat bahwasanya membiarkan bendera bertuliskan tauhid tergeletak diatas lantai hukumnya haram, sebab dikhawatirkan akan diinjak orang atau terkena najis, bahkan sebagian ulama’ menyatakan bahwa orang yang membiarkanya tergeletak diatas lantai dihukumi murtad apabila ia membiarkannya karena merendahkan al-qur’an.

Referensi:

Al-Muthaf Fi Ahkamil Mushaf, Hal : 401 – 403

لا خلاف بين أهل العلم في القول بحرمة ترك المصحف على الأرض على سبيل الإهمال له, بل صرح بعضهم بتكفير من فعل ذلك استخفافا, 
Tidak ada perbedaan pendapat para Ulama tentang keharaman meninggalkan Mushaf di Bumi (diatas tanah) karena mengabaikannya, akan tetapi sebagian Ulama menghukumi kufur orang yang melakukannya karena tujuan merendahkan(menistakan).


Syaikh Sulaiman bin Muhammad Al-Bujairimi dalamkitab Tuhfatul Habib menyatakan:

وَ يَحْرُمُ وَضْعُ الْمُصْحَفِ عَلَى اْلأَرْضِ بَلْ لاَ بُدَّ مِنْ رَفْعِهِ عُرْفاً وَلَوْ قَلِيْلاً

Haram hukumnya meletakkan mushaf di lantai, akan tetapi Mushaf tersebut harus diangkat, meskipun hanya sedikit.

Rasulullah  saw tidak pernah meletakkan lembaran-lembaran Mushaf di lantai, bahkan  ketika sejumlah Yahudi memberikan kepada beliau kitab Taurat, Rasulullah  saw meletakkan Taurat tersebut di atas bantal.

أَتَى  نَفْرٌ مِنْ يَهُودَ فَدَعُوا رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلّم إلَى  الْقُفِّ، فأتَاهُمْ في بَيْتِ المِدْرَاسِ، فقالُوا: يَا أبَا الْقَاسِمِ  إنَّ رَجُلاً مِنَّا زَنَى بامْرَأَةٍ فاحْكُمْ بَيْنَهُمْ، فَوَضَعُوا  لِرَسُولِ الله صلى الله عليه وسلّم وِسَادَةً فَجَلَسَ عَلَيْهَا ثُمَّ  قالَ: ائْتُونِي بالتَّوْرَاةِ، فأُتِيَ بِهَا، فَنَزَعَ الْوِسَادَةَ مِنْ  تَحْتِهِ وَوَضَعَ التَّوْرَاةَ عَلَيْهَا وقالَ: آمَنْتُ بِكَ وَبِمَنْ  أنْزَلَكَ…..

Beberapa orang yahudi datang dan  mengundang Rasulullah saw untuk hadir ke Quff (tempat dekat Madinah),  lalu beliau mendatangi mereka di tempat yang biasa mereka gunakan untuk  mengaji. Mereka berkata, “Wahai Abul Qasim, seorang laki-laki di antara  kami berzina dengan seorang wanita, maka tetapkanlah hukum bagi mereka.”  Mereka lantas memberi bantal Rasulullah saw untuk digunakan duduk,  beliau pun duduk. Kemudian beliau minta diambilkan Taurat, naskah Taurat  itu lalu diberikan kepada beliau. Beliau menarik bantal yang  didudukinya dan meletakkan Taurat tersebut di atasnya seraya bersabda:  “Aku beriman kepadamu dan kepada Dzat Yang menurunkanmu…..” (Sunan Abu  Dawud, no.4443).

ا

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar