Jokowi, KH Said Aqil hingga Habib Luthfi masuk 50 tokoh muslim berpengaruh Dunia 2019

Jokowi, KH Said Aqil hingga Habib Luthfi masuk 50 tokoh muslim berpengaruh Dunia 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua MUI Jateng Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau dikenal Habib Luthfi masuk dalam 50 tokoh muslim 2019 berpengaruh di dunia. Ketiganya berurutan masuk dalam 50 tokoh muslim berpengaruh versi Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Jordania.

Hasil Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Jordania mencatat Jokowi berada di posisi ke-16 dari daftar 500 muslim dunia paling berpengaruh Tahun 2019. Sementara Said Aqil Siradj berada di nomor 20 dan Habib Luthfi di nomor 37.

"Publikasi ini ditetapkan untuk mempertegas keberpengaruhan sejumlah muslim di masyarakat atau yang mewakili masyarakat itu. Keberpengaruhan itu adalah siapapun yang memiliki kekuasaan baik secara budaya, ideologi, keuangan, politik, dan hal lain untuk membuat perubahan yang dapat memberikan dampak signifikan bagi dunia muslim," demikian pembukaan pada buku berjudul 'The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2019' dikuti dari laman www.themuslim500.com, Jumat (19/10).

Terdapat sekitar 1,9 miliar umat muslim di dunia hingga hari ini atau mencapai 24,7 persen dari populasi dunia, hampir menyentuh seperempat jumlah manusia. Pemaparan tentang Presiden Jokowi berada di halaman 80-81 pada buku tersebut.

Keterangan mengenai latar belakang Jokowi seperti peran dan perjalanan karirnya saat memimpin sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga sebagai Presiden secara singkat dipaparkan pada halaman itu.

Tidak ketinggalan kebiasaan 'blusukan' Presiden pun masuk dalam sorotan buku The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2019.

"Presiden Widodo terkenal dengan kunjungan mendadaknya untuk melihat dan mendengar secara langsung dari masyarakat setempat. Hal ini membuatnya dapat mengetahui langsung permasalahan maupun kritik-kritik sehingga membangun hubungan personal yang kuat dengan masyarakat," demikian dikutip dari buku tersebut, seperti dilansir Antara.

Foto yang menampilkan keindahan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat juga terpampang menghiasi kaki halaman. Sementara itu, pemaparan mengenai Said Aqil Siradj berada pada halaman 88-89.

Keterangan mengenai Said Aqil menampilkan secara singkat sejumlah perannya dalam kegiatan PBNU, Komnas HAM, pendidikan dan pelayanan sosial. Selain itu, Habib Luthfi bin Yahya berada pada nomor 37 di halaman 105. Dalam keterangannya Habib Luthfi telah mendirikan ribuan sekolah, masjid di Indonesia.

Para tokoh yang dimuat itu dinilai oleh pusat studi antara lain akademisi keagamaan yang langsung menangani umat muslim dan mempengaruhi kepercayaannya maupun pejabat pemerintahan di dunia yang meregulasi faktor sosial dan ekonomi di masing-masing negara, serta para artis yang membuat budaya popular.

Terdapat 13 kategori individu muslim yang tercakup dalam buku tersebut yakni akademisi bidang agama, politisi, pejabat urusan agama, ustaz dan pembimbing agama, pegiat sektor filantrofis/amal dan pembangunan, isu sosial, bisnis, iptek, seni dan budaya, pelantun Al Quran, media, bintang olahraga dan selebriti, maupun ekstrimis.

Dari duni olahraga terdapat bintang klub sepak bola Liverpool Mohammad Salah. Pesepakbola berkebangsaan Mesir itu berada di urutan 46.

Remaja Palestina Ahed Tamimi juga masuk ke dalam daftar 50 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Remaja yang pernah dibui delapan bulan karena menampar dua tentara Israel itu berada diurutan ke-49.

Bukti pengakuan dunia

Masuknya Presiden Jokowi sebagai salah satu tokoh muslim berpengaruh di dunia dinilai timses bentuk pengakuan dunia. "Ini pengakuan dunia Islam kepada Pak Jokowi. Lembaga yang mengeluarkannya juga bukan institusi sembarangan, Jordan National Library. Menempatkan Pak Jokowi sebagai tokoh muslim berpengaruh di posisi 16, merupakan kebanggaan bagi kita," kata Juru bicara Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan di Jakarta, Jumat (19/10).

Dia menegaskan, Jokowi bukan sosok ulama. Tapi, jelas apa yang dilakukannya selama ini membawa kontribusi untuk kemajuan Islam.

"Pak Jokowi bukanlah ahli agama atau ulama, tapi perjuangannya untuk mengatasi ketertinggalan ekonomi di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, menunjukan kontribusinya terhadap kemajuan Islam tanpa terjebak ke dalam identitas simbolik," ungkap Ace.

Sementara itu, Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni, menyambut baik masuknya nama Jokowi. Jelas, ini membantah bahwasanya, Pemerintah sekarang anti Islam.

"Penghargaan ini dengan tegas membantah persepsi sebagian pihak yang menyatakan Jokowi dan pemerintahannya anti-Islam. Jika Pak Jokowi anti-Islam, mustahil dia masuk daftar The Muslim 500," kata Sekjen Partai Solidaritas Indonesia ini.

Menurut dia, penghargaan ini, menunjukkan dunia mengakui kepiawaiannya dalam memimpin Indonesia. Penyelenggara menggarisbawahi bahwa pembangunan infastruktur yang massif dan penyediaan layanan sosial membuat Jokowi mendapat dukungan kuat dari rakyat.

"Pihak luar saja mengakui bahwa Presiden Jokowi memang punya kerja nyata yang membuatnya dicintai rakyat. Selama puluhan tahun, infrastruktur tidak dipedulikan. Baru di tangan Jokowi menjadi prioritas," ungkap Raja.

Terakhir, blusukan ala Jokowi juga kembali mendapat atensi dari penyelenggara. Cara ini membuatnya bisa langsung mendengar dan melihat persoalan rakyat.

"Pemimpin tipe ini tak berjarak dengan realitas. Beliau tak bisa dibohongi jika ada bawahan yang berprinsip Asal Bapak Senang," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq, mengatakan, keislaman Jokowi, sangat jelas digambarkan dengan sikap kesederhanaan kejujuran, kesantunan, transparansi dan mecoba untuk antisipasi orang yang melakukan hoax, fitnah dengan langsung penegakkan hukum..

"Ini yang diapresiasi dunia, sehingga nilai-nilai Keislaman yang berkembang di Indonesia, lewat kepemimpinan Jokowi, membuktikan, bahwa Jokowi figur seorang pemimpin yang mengamalkan nilai-nilai Islam. Tidak ditunjukkan hanya dengan jubah, Islam tidak ditunjukkan hanya simbol, tapi Jokowi menunjukkan Islam yang substansial. Inilah prinsip yang dicontohkan oleh Jokowi," pungkasnya.


Sumber: Liputan6.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar