Jokowi dan Prabowo: Muslim Indonesia yang Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2019

Jokowi dan Prabowo: Muslim Indonesia yang Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2019

The Royal Islamic Strategic Studies Center yang berkantor di Amman Yordania merilis 500 nama muslim paling berpengaruh di dunia. Tahun 2019 merupakan tahun ke-10 lembaga ini merilis 500 nama muslim paling berpengaruh.

Selain tokoh-tokoh muslim dunia seperti Recep Thayib Erdogan, Habib Umar bin Hafidz, Sayyid Ahmad Thayyib, dan beberapa tokoh yang lain, Indonesia juga memiliki banyak tokoh berpengaruh dalam 500 nama yang dirilis tersebut. Dua di antaranya adalah Jokowi dan Prabowo.

Walaupun masuk dalam 500 nama tersebut, urutan Jokowi dan Prabowo memiliki perbedaan yang cukup signifikan, Jokowi disebut dalam urutan ke-16 (sama seperti tahun yang lalu, 2018), sedangkan Prabowo jauh di atas 50. Rilis tersebut hanya menampilkan profil secara lengkap tokoh-tokoh yang termasuk dalam 50 besar, sehingga penyebutan profil Prabowo tak selengkap profil Jokowi.

Dalam rilis tersebut, Jokowi disebut sebagai tokoh yang cukup berpengaruh setelah berhasil menjadi presiden terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden tahun 2014 yang lalu. Jokowi bahkan disebut sebagai presiden pertama dalam sejarah Indonesia yang bukan berasal dari militer dan elit partai.

“President Widodo is the first Indonesia president not to be from the millitary or the political elite,” tulis RISSC dalam rilisnya yang berbahasa Inggris.

Jokowi juga disebutkan sebagai pemimpin yang bersih dan sukses dalam membangun investasi dan infrastruktur di Indonesia, bahkan disebut sukses dalam memimpin perhelatan Asian Games 2018 di Indonesia.

Dalam profil pemikiran teologinya, Jokowi disebut termasuk dalam golongan sunni tradisional. Jika dirinci secara khusus tokoh-tokoh yang termasuk kategori politisi, Jokowi masuk dalam rangking ke 9.

Walaupun berada jauh di bawah Jokowi, Probowo juga masih tergolong tokoh yang berpengaruh. Lt. Gen. Prabowo Subianto, sebagaimana disebut dalam rilis tersebut, tidak disebutkan beberapa prestasinya. Prabowo hanya disebut sebagai seorang jenderal yang beralih menjadi seorang politisi.

Selain itu, Prabowo hanya disebutkan pernah menjadi calon wakil presiden pada Pemilu 2009 dan calon presiden 2014. Ia bahkan disebut pernah mendapatkan beragam reaksi dari berbagai pihak atas karir militernya di masa lalu.

“Prabowo’s military past prompted mixed reactions from various organizations,” tulis RISSC.

Selain Jokowi dan Prabowo, beberapa muslim Indonesia juga masuk dalam 500 nama berpengaruh tersebut. Nama yang masuk 50 besar selain Jokowi adalah KH. Said Aqil Siraj, Ketua Umum PBNU (urutan ke-20) dan Habib Luthfi bin Yahya, Rais Amm Jamiyah Ahl Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdiyah (urutan ke-37).

Di bawah 50 besar ada beberapa nama seperti: KH. Achmad Mustofa Bisri, Aa Gym, Sri Mulyani, Buya Syafii Ma’arif, Anis Matta, Goenawan Muhammad, Tri Mumpuni, Asma Nadia, Haedar Nasir, Haedar Bagir, Helvy Tiana Rosa, Quraish Shihab, Yahya Cholil Staquf, Megawati Sukarnoputri, M Din Syamsuddin, dan Hj. Maria Ulfah.

Selain itu, KH. Ma’ruf Amin juga termasuk 500 nama tersebut. Sayangnya RISSC melakukan kesalahan dalam pengelompokan nama berdasarkan kategori negara asal, KH. Ma’ruf Amin dimasukkan dalam tokoh yang berasal dari Malaysia.

Oleh Alvin Nur Choroni via islami.co

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar