Gelar Laksamana Muda Untuk Neno Warisman Injak-Injak Nilai Historis Aceh

Gelar Laksamana Muda Untuk Neno Warisman Injak-Injak Nilai Historis Aceh

Deklarasi ganti presiden yang diwarnai penyematan gelar laksamana muda Cut Nyak dhien kepada Neno Warisman mendapat kecaman dari elemen sipil dan pegiat sejarah Aceh, Senin (1/10/2018).

Teuku Izin, salah satu tokoh pegiat sipil Aceh mempertanyakan siapa yang berhak memberikan gelar kebangsawanan Aceh kepada seseorang. Siapa yang berhak memberikan gelar kebangsawanan Aceh, kalau sembarangan orang bisa beri, apakah Wali Nanggroe?. Apalagi gelar laksamana dan Cut Nyak Dhien punya nilai historis tinggi.
Bagi saya “Panitia deklarasi ganti presiden Aceh telah menginjak-injak nilai historis masyarakat Aceh,” tegas Teuku Izin sekretaris Getar Aceh.

Bagi saya “Panitia deklarasi ganti presiden Aceh telah menginjak-injak nilai historis masyarakat Aceh,” tegas Teuku Izin sekretaris Getar Aceh.

“Laksamana muda itu apa? Sepertinya pemberi gelar kurang membaca sejarah Aceh. Yang ada Laksamana Malahayati, nama beliau harum telah menumpas penjajah. Begitu pula Cut Nyak Dhien, kiprahnya sudah diakui secara nasional bahkan internasional serta tahun lalu Laksmana malahayati diangkat menjadi pahlawan nasional oleh presiden Jokowi” sebut teuku izin alias apung.

Dia kemudian meminta pertanggungjawaban dari panitia atau yang memberikan gelar, untuk meminta maaf kepada publik dan masyarakat Aceh. “Siapa yang memberi gelar, sultan-kah? Atau yang ngaku keturunan sultan, kan ini ngak jelas. Dia (pemberi gelar) harus bertanggung jawab, minta maaf pada publik dan masyarakat Aceh,” pungkas Apung.

Akhirnya dia mengajak untuk semua masyarakat mencintai sejarah Aceh, menjunjung tinggi nilai yang terkandung didalamnya. Jangan asal obral gelar demi kepentingan politik. “Ayo cintai sejarah Aceh, Pelajari dan junjung nilai yang terkandung didalamnya serta terapkan dalam kehidupan sehari hari,” tutup Teuku Izin. (*)

Sumber: Acehsatu.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar