Diangkat Menjadi Waliyullah Karena Sabar Menghadapi Isteri yang Super Cerewet

Diangkat Menjadi Waliyullah Karena Sabar Menghadapi Isteri yang Super Cerewet

Pengajian kitab Riyadhus Shalihin yang dibaca oleh Gus Shalah, santri dari Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Mekkah bersama KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo yang diikuti oleh anggota Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Jember-Lumajang, di rumah H. Nur Khalis Petung Bangsalsari Jember (jum’at, 20 Pebruari 2015), membuat suasana tawa mustami’in (pendengar).

Saat mustami’in serius menulis makna dari Hadist Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang kesabaran, Gus Shalah yang juga menantu dari KH. Syadid Jauhari, Pengasuh PP. Assunniyah Kencong Jember ini bercerita tentang Syekh Abdurrahman Bajalhaban  yang memiliki istri super cerewet, suka ngamu’an atau pemarah. Suatu ketika Syekh Abdurrahman pamit untuk berkhalwat di sebuah Gua. Di Gua itu beliau bertemu dengan dua orang. Pada saat ketiga orang ini butuh makanan, maka dua orang ini berdoa pada Allah sambil tawassul pada Wali Allah, dan saat itu juga Allah memberi tiga roti. Dan tibalah giliran pada Syekh Abdurrahman untuk berdo’a, beliau sempat bingung do’a apa dan tawassul pada siapa dua temannya itu saat berdo’a. Akhirnya Syekh Abdurrahman berdo’a dan bertawassul seperti apa yang dua orang itu bertawassul, Alhamdulillah Allah SWT ketika itu juga member enam roti (dua kali lipat dari pemberian sebelumnya)

Setelah ketiga hamba Allah ini makan roti lalu berbincang-bincang dan Syekh Abdurrahman Tanya kepada dua orang itu. Ya Akhi, saat kamu berdoa tadi bertawssul pada siapa ? dua orang itu menjawab saya bertawssul kepada Syekh Abdurrahman Bajalhaban yang masyhur punya istri super cerewet di negeri ini, dan karena sikap istrinya yang pemarah dan Syekh Abdurrahman sabar, Allah mengangkatnya menjadi Waliyullah. Mendengar penuturan dua orang itu Syekh Abdurrahman langsung bilang saya inilah Abdurrahman. Dua orang itu tertegun, heran dan merasa bersyukur pada Allah karena sudah dipertemukan dengan Syekh Abdurrahman.

Kemudia Syekh Abdurrahman pulang kerumahnya, belum masuk rumah tahu-tahu istrinya sudah menghadang di depan pintu dengan omelan yang memarahi Syekh Abdurrahman. Beliau tidak membalas omelan dan cercaan istrinya. Karena terus menerus dimarahi oleh istrinya Syekh Abdurrahman hanya menjawab dengan kata-kata ‘’Jangan begitu jadi istri’’, sepontan istrinya menjawab ; sampean ini  jadi Waliyaullah karena sikap saya !. Mustmi’iin tertawa mendengar cerita itu, karena fakta sosial yang ada seringkali rumah tangga retak karena tidak bisa menjaga kesabaran.

Jadi kesabaran itu tidak hanya sabar dalam taat pada Allah dan sabar dalam menghadapi maksiat, tapi juga sabar saat ditimpa musibah rumah tangga terutama menghadapi istri, tutur Gus Shalah yang juga satri dari KH. Maimun Zubair. Pengajian kitab ini juga dihadiri oleh HM. Misbahus Salam, selaku Pengurus Pusat IKSASS dan PCNU Jember.[muslimedianews.com]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar