Universitas Al-Azhar Beri Beasiswa Bagi 80 Santri dan Pelajar NU

Universitas Al-Azhar Beri Beasiswa Bagi 80 Santri dan Pelajar NU

MusliModerat.net - Dalam kunjungannya ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (2/5), Grand Syekh Al-Azhar, Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb memberikan beasiswa kepada 80 yang diperuntukkan bagi santri dan pelajar Nahdliyin.

Pemberian beasiswa tersebut disampaikan langsung oleh Grand Syekh kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat melakukan dialog terbuka bertajuk Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia.

Awalnya, Grand Syekh yang menyampaikan prinsip-prinsip Islam dan perdamaian dunia selama lebih kurang satu jam hanya memberikan beasiswa untuk kuota 30 orang. Namun, jumlah tersebut ditambah menjadi 80 orang.

“Beasiswa kami tambah untuk 80 orang,” ujar Grand Syekh Ath-Thayyeb dalam bahasa Arab yang diperjelas dengan pernyataan Kiai Said Aqil Siroj.

Mekanisme pemberian beasiswa langsung dikerjasamakan dengan PBNU dengan menjaring para santri dan pelajar NU.

Grand Syekh berharap, sebagian besar pelajar yang dikirim dari kalangan perempuan. Sebagian besar penerima beasiswa ini didorong untuk mengambil disiplin kelimuan umum, seperti kedokteran, ekonomi, teknik, matematika, sosial, dan lain-lain dan sebagian lagi mengambil ilmu-ilmu syariat.

Kunjungan Grand Syekh ke PBNU merupakan rangkaian kegiatannya setelah menghadiri konferensi ulama dunia di Bogor, Jawa Barat. Para ulama dunia tersebut bertemu dalam dalam forum High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyyah Islam (HLC-WMS).

Pemberian beasiswa yang dilakukan Al-Azhar merupakan bentuk penguatan ajaran moderasi Islam berpaham Ahlussunnah wal Jamaah.

Kiai Said menyatakan bahwa perjuangan Nahdlatul Ulama sejalan dengan Al-Azhar. Kesamaan itu dilihat dari penyampaian Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, Al-Azhar merupakan bentengnya Islam Ahlussunnah wal Jamaah sehingga memperkuat perjuangan NU di dunia global.

“Beliau menegaskan Al-Azhar itu bentengnya Islam ahlussunnah wal Jamaah, Islam yang moderat, antiradikal, antiekstrem, apalagi sampai teror. Sama dengan NU,” jelas Kiai Said di hadapan ratusan undangan dan awak media yang hadir memadati Aula PBNU. (Fathoni/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?