Subhanallah, 700 Banser Menjaga Perbatasan RI

Subhanallah, 700 Banser Menjaga Perbatasan RI

MusliModerat.net - PUKUL 02.00 wib dini hari, sedikitnya 30 an orang berbaju loreng menembus jalanan berdebu di pulau Padang dengan sepeda motor. Rumah rumah di pulau itu sudah tutup karena penghuninya pasti sudah tertidur pulas. Iring iringan itu baru pulang mengawal seorang Kyai kondang, Anwar Zahid asal Bojonegoro Jawa Timur mengisi ceramah di hadapan ribuan umat Islam di lapangan MTS Desa Mengkirau. Pasukan itu menuju dua pulau, Pulau Merbau dan Tebing Tinggi (Selat Panjang). Dua kali menyeberangi laut dengan Kempang (penyeberangan) dengan membayar Rp 1000.000 untuk trip di Jumat dini hari itu.

Rombongan loreng itu bukan pasukan TNI, tapi personel Banser (Barisan Ansor Serbaguna) “tentaranya” Ormas Islam terbesar Nahdlatul Ulama. Dalam rombongan itu, ada Ketua Wilayah GP ANSOR Riau, Purwaji dan Ketua Cabang Kep Meranti, Kyai Khusairi. Meski terlihat sudah diserang kantuk, semua rombongan terlihat penuh semangat dan tidak lelah. Dari Pulau Padang ke Tebing Tinggi lewat jalur darat (dengan sepeda motor) dan dua kali penyeberangan laut dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.

Militansi Banser di Kepulauan Meranti tidak perlu diragukan lagi. Di Kabupaten dengan geografis yang terdiri dari pulau pulau itu GP Ansor memiliki sekitar 700 an Banser. Jumlah itu tersebar di beberapa pulau seperti, Pulau Ransang, Pulau Merbau, Pulau Padang, dan Tebing Tinggi.

Secara geografis kabupaten Kepulauan Meranti berada pada koordinat antara sekitar 0° 42′ 30″ – 1° 28′ 0″ LU, dan 102° 12′ 0″ – 103° 10′ 0″ BT, dan terletak pada bagian pesisir timur pulau Sumatera, dengan pesisir pantai yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga dan masuk dalam daerah Segitiga Pertumbuhan Ekonomi (Growth Triagle) Indonesia – Malaysia – Singapore (IMS-GT ) dan secara tidak langsung sudah menjadi daerah Hinterland Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam – Tj. Balai Karimun.



Keberadaan ANSOR dan BANSER di daerah kepulauan meranti itu bukan saja untuk Menjaga syiar Islam Aswaja ala NU, menjaga ulama tapi juga menjadi penjaga NKRI khususnya di wilayah perbatasan. Sebagai penjaga Islam yang moderat, keberadaan Banser menjadi penting karena heterogenitas penduduk Meranti yang terdiri dari beberapa etnis besar yakni Melayu, Jawa dan Tionghoa.

Ketua GP Ansor Riau Purwaji mengatakan, Banser memiliki semboyan NKRI harga mati dan itu bukan sekedar dkteriakkan tapi juga diaplikasikan langsung di tengah masyarakat. Di pulau pulau yang menjadi gerbang masuk warga asing ke Indonesia khususnya ke provinsi Riau, Banser siap siaga membantu TNI dan Polri dalam menjaga kedaualatan tanah air.

“Jumlah Banser lebih banyak dari personel TNI dan POLRI yang bertugas dk kawasan Kepulauan Meranti sehingga keberadaannya menjadi strategis untuk menopang tugas mengawal NKRI,” katanya.

Purwaji mengaku baru saja Turba (turun ke bawah) menemui personel Banser di Pulau Padang, Merbau, Tebing Tinggi, Rangsang Barat dan Tanjung Samak. Semua personel Banser sesuai arahan Ketua Umum Gus Yaqut Cholil Qoumas sudah bersinergi dengan satuan teritori TNI dan Polri. “Itu ada Banser yang seminggu sekali latihan PBB bareng personel TNI, kan ini sangat baik untuk sinergi tugas tugas penjagaan kawasan,” kata Purwaji.

Tugas lain yang juga penting kata Purwaji adalah ikut menghalau dan melawan masuknya narkoba. ia menekankan akan segera membentuk Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) untuk melakukan langkah langkah menangkal masuknya narkoba ke pulau pulau di Meranti. “Pulau pulau ini sangat rentan penyelundukan narkoba, Banser akan menjadi mata dan telinga aparat melawan para mafia pengedar narkoba.” tegasnya.

(suaraislam)

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?