Setelah NU Tiongkok, PPI China Juga Tepis Tuduhan Pelajar Indonesia Diajari Komunisme

Setelah NU Tiongkok, PPI China Juga Tepis Tuduhan Pelajar Indonesia Diajari Komunisme

MusliModerat.net - Setelah PCINU Tiongkok,  Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok juga angkat bicara mengenai beredarnya isu soal penanaman paham komunis kepada mahasiswa yang belajar di negeri itu. Mereka memastikan tidak ada penanaman paham komunis itu.

PPI Tiongkok menyatakan, paham komunis hanya dipelajari mahasiswa jurusan hubungan internasional dan politik. Itu juga merupakan bagian umum dari materi yang mereka pelajari.

“Setelah kami klarifikasi, dari banyaknya fakultas yang ada, hanya ada 2 teman kami yang ada di hubungan internasional dan politik yang mendapatkan akses untuk belajar hal tersebut, belajar komunisme. Selebihnya tidak ada,” kata Pengurus Harian PPI Tiongkok, Michael Siagian, saat dihubungi, Senin (2/4/2018).

Dia mengatakan hal itu dipelajari mahasiswa jurusan hubungan internasional dan politik karena merupakan materi pelajaran mereka. Mahasiswa tersebut juga mempelajari sistem kenegaraan termasuk liberalisme dan demokrasi.

“Hanya ada di jurusan hubungan internasional dan politik. Dan itu juga sebenarnya diberikan teman-teman yang mengambil ilmu sosial di Indonesia. Karena memang itu salah satu materi yang harus mereka pelajari,” ujar pria yang akrab disapa Mikez ini.

Meski demikian, Mikez mengatakan tak ada paksaan bagi mahasiswa tersebut untuk menerapkan sistem tata negara yang dipelajarinya.

PPI Tiongkok meluruskan hal ini setelah munculnya pemberitaan di media online tanah air. Dalam berita berjudul ‘Di Cina Pelajar Indonesia Dapat Pelajaran Ideologi Komunis’.

Mikez mengatakan munculnya pemberitaan ini membuat banyak pihak yang bertanya. Salah satunya muncul di grup informasi beasiswa PPI Dunia. Dia mengatakan informasi ini jika tak diluruskan juga dapat berpotensi memecah belah bangsa.

“Kami perlu meluruskan informasi ini karena bisa berbahaya. Karena mereka yang belajar di Tiongkok bisa dicap komunisme setelah mereka belajar di Tiongkok dan kembali ke Indonesia. Kita punya 14.000 orang dan mulai dipertanyakan apakah mereka ditanamkan komunisme. Dengan informasi seperti ini malah bisa jadi bahan memecah kesatuan bangsa,” tuturnya.

Sumber: detik.com

Baca juga:

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Apa Komentar anda?