Minggu, 15 April 2018

Presiden Erdogan Dukung Serangan AS dan Sekutunya ke Suriah

Muslimoderat.net - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik serangan AS dan sekutunya ke fasilitas kimia Suriah yang diduga dimiliki Damaskus. Menurutnya serangan itu sebagai peringatan kepada rezim Bashar al-Assad. Serangan ini makin menambah panjang perang sipil Suriah.

Pada Sabtu, AS dan sekutunya, Inggris dan Prancis, melakukan gelombang serangan ke pemerintah Assad. Serangan itu dilakukan setelah seminggu sebelumnya Suriah dituduh melakukan serangan gas mematikan di daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak Douma.

"Dengan operasi gabungan oleh AS, Inggris dan Perancis pada hari Sabtu, rezim Suriah mendapat peringatan bahwa pembantaian itu tidak akan dibiarkan begitu saja," kata Erdogan kepada para pendukungnya dalam sebuah pertemuan pada Sabtu di Istanbul. Demikian dilansir TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) dari Aljazeera.

Erdogan juga mengatakan bahwa warha Suriah yang tidak bersalah seharusnya dibela sejak lama. "Saya memanggil umat Islam seluruh dunia di sini. Mari kita bahas masa depan semua, kita hapus jenis senjata pemusnah masal, termasuk senjata kimia,’’ ucap Erdogan.

"Mari kita gunakan semua sumber daya demi kemanusiaan daripada menggunakan sumber dana untuk proyek persenjataan nuklir dan konvensional," tambahnya.

Erdogan mengungkapkan, ia telah membahas serangan yang dipimpin AS itu dan situasi di Suriah dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pembahasan dilakukan Erdogan dengan kedua kepala negara lewat saluran telepon secara terpisah. Sementara, Kementerian Luar Negeri Turki juga menyambut baik serangan AS itu.

Dipimpin AS, Sabtu kemarin ratusan misil Tomahawk menyerang sejumlah fasilitas kimia Suriah yang diduga dimiliki Damaskus. Menurut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serangan AS dan sekutunya ke serangan itu sebagai peringatan kepada rezim Bashar al-Assad. Serangan ini makin menambah panjang perang sipil Suriah. (*)

Sumber: timesindonesia.co.id
Advertisement

Advertisement