Jumat, 20 April 2018

KH Masdar Farid Mas'udi: Orang Beriman itu Tutur Katanya Lembut

MusliModerat.net - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Masdar Farid Mas’udi menjelaskan tentang makna iman di dalam ceramahnya. Menurut dia, makna iman tidak bisa dilepaskan dari dimensi sosial, karena hakikat iman yang sebenarnya adalah  percaya, menyerahkan diri kepada Allah dan dapat memberikan rasa aman kepada sesama manusia.

Menurut Kiai Masdar, orang beriman dapat dilihat dari sikap dan tutur katanya. Apabila tutur katanya lembut dan perbuatanya menyenangkan, maka orang tersebut dapat dikatakan sebagai orang beriman. Begitu juga sebaliknya, apabila perkataannya kerap menyakiti hati orang lain dan membuat orang lain merasa terganggu, orang tersebut pada hakikatnya belum menjadi orang beriman.

“Kalau ada orang beriman tapi begitu mendekat kepada orang lain, orang yang didekati itu merasa ngeri serba was-was itu petanda bahwa keimanan kita sama sekali tidak otentik. Jadi iman adalah orang yang dapat menjamin rasa aman kepada siapapun,” ujar Kiai yang dikenal alim dalam bidang ilmu agama dan ilmu-ilmu sosial itu.

Kiai Masdar menambahkan, inti dari keimanan seseorang adalah mampu bersosialisasi dengan orang lain dan menciptakan keamanakan di dalam kehidupan. Apalagi mutakhir ini banyak stigma negatif yang dilontarkan kepada umat Islam karena orang Islam sendiri belum memahami hakekat makna iman itu sendiri.

“Esensi dari iman adalah kemampuan kita untuk hadir di tengah-tengah orang lain dan kehadiran kita bukannya memberikan ketakutan, tetapi justru memberikan rasa aman,” pungkasnya.[islamramah.co]
Advertisement

Advertisement