Ketua Umum PBNU: Mengkritik Boleh, Tapi Santun dan Beradab

Ketua Umum PBNU: Mengkritik Boleh, Tapi Santun dan Beradab

MusliModerat.net - Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengimbau agar tokoh-tokoh nasional politik dapat menjaga etika saat mengeluarkan pendapat.

"Pada tokoh nasional politik, mengeluarkan pendapat, mengkritik boleh, tapi dengan cara santun dan beradab," kata Kiai Said, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, saat peringatan harlah NU, beberapa waktu lalu.


Apalagi ujar Kiai Said Aqil, memasuki perayaan pesta demokrasi ini, hal itu dapat menimbulkan fitnah maupun kebencian.

"Mari kita rayakan pesta demokrasi dengan jiwa besar, bermartabat. Jangan menimbulkan fitnah atau kebencian," tuturnya.


Menjelang tahun demokrasi ini, ia menegaskan PBNU memiliki peran sebagai pemersatu bangsa, dengan meminjam istilah Gus Dur, Kiai Said Aqil menyebut NU adalah satpam bangsa.

"PBNU selalu jadi perekat bangsa ini. Perekat bangsa, pemersatu bangsa, karena kita bukan parpol. Kegaduhan di situ, perannya NU (menjaga persatuan), kata Gusdur (NU) satpam bangsa," jelasnya.


Dengan begitu, dia mengatakan Indonesia akan menjadi bangsa yang solid dan akur.

"Tuhan akan menjaga, enggak akan bubar Indonesia ini," kata Kiai Said.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua PBNU: Mengkritik Boleh, Tapi Santun dan Beradab

Baca juga:

Apa Komentar anda?