Kelompok Plin-Plan, Dulu Kawal Fatwa KH Ma’ruf Amin, Sekarang Merendahkannya

Kelompok Plin-Plan, Dulu Kawal Fatwa KH Ma’ruf Amin, Sekarang Merendahkannya

MusliModerat.net - Akhir tahun 2016, tiba-tiba muncul kelompok yang namanya cukup aneh-aneh. Tiba-tiba lahir kelompok yang bernama Pengawal Fatwa MUI yang dikomandoi oleh BN. Alasan pembentukan kelompok itu adalah untuk mengawal fatwa MUI yaitu tentang Ahok yang dinyatakan menista agama. Uniknya, hanya fatwa ini yang dikawal oleh mereka.

Lebih uniknya lagi, pembentukan kelompok ini tidak melalui persetujuan MUI padahal sudah membawa nama MUI. Belakangan KH. Ma’ruf Amin selaku ketua MUI mengatakan merela adalah kelompok yang tidak ada kaitannya dengan MUI. Beliau juga meminta mencopot nama MUI. Mungkin karena kadung malu sudah tidak minta izin ke MUI, mereka kemudian mengganti menjadi Pengawal FatwaUlama.



Ada juga kelompok yang bernama Presidium Alumni Demo. Kelompok ini beranggotakan orang-orang yang ikut dalam aksi Demo tahun lalu. Namun karena tidak jelas tujuannya untuk apa, Presidium Alumni Demo menjadi ajang berebut pengaruh antara AS dan SM. NB pun ikut-ikutan berebut pengaruh dengan sering memposisikan diri sebagai jubir F*I dan Alumni Demo. Belakangan, presidium Alumni Demo pecah dan berganti nama menjadi Persaudaraan Alumni Demo. Belakangan juga ada nama pendiri Alumni Demo, FA yang keluar dari Alumni Demo. Sungguh ruwet kelompok ini.

Baik Pengawal fatwa MUI, Pengawal Fatwa Ulama, Presidium Alumni Demo, dan Persaudaraa Alumni demo adalah kelompok yang mengaku Pengawal fatwa MUI soal Ahok menista agama. Padahal, aslinya tidak ada fatwa MUI bahwa Ahok menista agama, yang ada hanya pernyataan sikap dari KH. Ma’ruf Amin. Mereka adalah kelompok yang sebenarnya sedang cari panggung yang berlindung atasnama bela agama.

Itu kisah masa lalu ketika KH. Ma’ruf Amin sedang dipuja-puja oleh kelompok mereka. KH. Ma’ruf Amin mendadak menjadi junjungan mereka. Mereka yang bukan orang NU mendadak NU karena KH. Ma’ruf Amin kebetulan orang NU. Hehe.

Kisah masa lalu tersebut tidak terulang di masa sekarang. KH. Ma’ruf Amin bukan lagi sosok yang mereka puja-puja. Mereka yang dulu mendadak NU tiba-tiba jadi sering mencela NU. Pernyataan KH. Ma’ruf Amin yang dulu bagaikan emas, bagi mereka sangat berharga, sekarang mereka nistakan. Alih-alih mereka sendiko dawuh dengan pernyataan KH. Ma’ruf Amin, mereka malah memprotes dan merasa lebih ‘alim dibanding beliau.

Dunia memang bisa terbalik dalam sekejap. Banyak manusia-manusia penjilat yang masih beredar di negeri ini. Parahnya, ada sebagian dari penjilat-penjilat itu yang merasa paling islami dan berbaju agama. Ini yang terkadang tidak disadari oleh beberapa umat Islam. Masih banyak yang menganggap mereka mujahid dan pembela Islam.

Puisi Sukmawati telah membuka semua kedok orang-orang yang berafiliasi dengan mereka. Mereka sebenarnya adalah penjilat. Jika mereka benar-benar mujahid dan penjuang Islam serta pembela ulama, maka pernyataan KH. Ma’ruf Amin akan mereka ikuti. Apalagi, sebelumnya mereka juga begiu mengagung-agungkan pernyataan beliau saat menyatakan Ahok menista agama. Jika pernyataan itu bukan datang dari ketua MUI, mereka boleh saja ngeyel. Apalagi dari ulama yang mereka benci seperti KH. Said Aqil dan Buya Syafi’i, lumrah saja tidak mereka ikuti karena memang dari awal sudah membenci keduanya.



Namun jika pernyataan KH. Ma’ruf Amin yang tidak mereka ikuti, ini sulit dinalar. Pasalnya, sebelum ini, pernyataan KH. Ma’ruf Amin soal Ahok mereka kawal kemana-mana. Mengapa pernyataan KH. Ma’ruf Amin soal puisi Sukmawati tidak mereka kawal bahkan merekanistakan? Kesimpulan saya karena tidak menguntungkan mereka. Mereka akan ikuti fatwa yang menguntungkan bagi kelompok mereka. Sebaliknya, mereka injak-injak fatwa yang merugikan mereka. Tidak ada pembela islam dan ulama yang mentalnya oportunis seperti itu.




Saya semakin yakin mereka bukan pembela Islam dan ulama setelah KH. Ma’ruf Amin menyatakan Sukmawati tidak menista agama. Saya mau mengatakan mereka pembela Islam jika mereka ikuti dawuh dari KH. Ma’ruf Amin. Sesimpel itu untuk memahami watak mereka yang sesungguhnya. Sayangnya, masih saja ada orang yang tertipu dan menganggap mereka sebagai pejuang Islam dan pembela ulama. Sangat ironis!

Disunting dari Seword

Baca juga:

Apa Komentar anda?