Wasiat KH Sahal Mahfudh pada KH Ahmad Ishomudin

Wasiat KH Sahal Mahfudh pada KH Ahmad Ishomudin

MusliModerat.net - Sekitar tanggal 29 April 2010 kami dilantik menjadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama oleh KH. A. Sahal Mahfudh. Saat Mbah Sahal, sapaan akrab KH. A. Sahal Mahfudh, membacakan teks pelantikan yang satu halaman, diperintahkan untuk menirukan. “Bismillahirrahmanirrahim,”baca Mbah Sahal yang kemudian kami tirukan.

Lalu Mbah Sahal melanjutkan membaca, “Radhitu billahi rabba…”

Kami pun menirukannya. Ternyata setelah itu Mbah Sahal langsung berkata tiga kali, “Wis, wis, wis!(sudah, sudah sudah!).”

Saya yang menyaksikan itu langsung ngedumel, ngomel-ngomel, kepada kiai salah satu Rais Syuriah PBNU, Dr. KH. Artani Hasbi, MA. dari Kalimantan. “Kiai kok pelit sekali yah. Tinggal baca satu halaman kok yang dibaca hanya ‘Radhitu billahi rabba’,” protesku.

Jawab Kiai Artani, “Apakah Anda tidak mendapatkan pencerahan dari kalimat yang sangat sedikit oleh Kiai Sahal?”

“Maksudnya bagaimana, Kiai?” tanyaku balik.

“Mengurusi NU itu niatnya mengharap ridha Allah, bukan untuk mencari al-fulus al-katsirah,” terang Kiai Artani kemudian.

Kisah ini diceritakan oleh KH. Ahmad Ishomudin, Rais Syuriah PBNU termuda dan salah satu pengurus MUI Pusat.

Selengkapnya, tonton video dibawah ini:

Dishare dari Syaroni Asyamfuri via pustakamuhibbin.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?