Viral Video Shalawat Pancasila, Ternyata Kelompok ini Pelakunya

Viral Video Shalawat Pancasila, Ternyata Kelompok ini Pelakunya

MusliModerat.net - Sebuah video sekelompok orang yang tengah melakukan ritual dengan bacaan selawat menyimpang, viral di media sosial. Dalam bacaan selawatnya, mereka menyelipkan kata Pancasila, Indonesia, dan nusantara.

Dan kelompok sebelah yang anti dengan Islam Nusantara dan anti dengan NU menuduh bahwa ini ritual NU dengan Islam nusantaranya, padahal jika mereka faham NU, NU itu hati-hati dalam beribadah yang mana tidak mungkin melakukan hal-hal ngawur seperti itu.

Dalam video berdurasi 5.47 menit itu terlihat sejumlah orang sedang melakukan ritual upacara. Ritual itu dilakukan dengan mengelilingi bendera merah putih dan beberapa benda pusaka. Mereka melakukannya sambil terus berselawat.

Dilansir dari Detik.com, Andi Bocor salah satu yang terlibat di dalam video tersebut mengakui memang benar video tersebut merupakan ritual milik paguyubannya. Ritual itu dilakukan di aula Makam Sawunggaling di kawasan Lidah Wetan 3 Lakarsantri.

"Iya benar, saat itu tanggal 18 Februari 2018. Kami tujuannya berdoa atas rahmat dan kami berterima kasih untuk Indonesia juga dan terhadap lima sila pancasila dan secara luas nusantara," kata Andi saat ditemui detikcom, Senin (6/3/2018).

Andi menyebut bahwa kalimat selawat yang dibacakan dalam ritual itu adalah Shollallohu 'ala Pancasila, Shollallohu 'ala Indonesia, dan Shollallohu 'ala nusantara. 


Andi mengatakan ritual tersebut hanya dilakukan sekali dan mengaku tidak akan ada lagi ritual itu. Andi bercerita, ritual itu dilakukan untuk memfasilitasi seorang tamu asal Mojokerto yang dianggap sebagai paranormal. Tamu tersebut menjelaskan tentang ritual itu, lengkap dengan bacaan selawat yang dianggap menyimpang tersebut.

Ritual itu menurut sang tamu harus dilakukan untuk menjaga bangsa ini. Penjelasan sang tamu dianggap logis oleh Andi dan rekan-rekannya. Dan akhirnya digelar lah ritual tersebut.

"Hanya sekali saja, kebetulan waktu itu ada tamu yang datang menginginkan untuk menggelar acara itu. Kami sebagai tuan rumah bisa memahami ritual itu. Dan akhirnya kami gelar, videonya disuruh nyebarkan," kata Andi.

Andi mengaku bahwa dirinya dan rekan-rekannya juga rutin menggelar selawatan. Selawatan yang digelarnya dilakukan mulai pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB. "Biasanya kami gelar selawat biasa, tidak ada tambahan kata-kata lain," tandas Andi.[mm/detikcom]

Baca juga:

Apa Komentar anda?