SAS Institut Dorong Ketum PBNU Jadi Cawapres 2019

SAS Institut Dorong Ketum PBNU Jadi Cawapres 2019

MusliModerat.net - Direktur Said Aqil Siroj (SAS) Institute menyayangkan maraknya fabrikasi fitnah dan berita hoax di media sosial. Kampanye hitam semacam itu merupakan residu politik musiman menjelang Pilkada dan Pilpres.

"Publik kan mulai mengerti bahwa ada kelompok penebar fitnah dengan mengatasnamakan muslim. Ini perilaku tak terpuji, karena mencoreng wajah Islam" jelas Imdadun melalui keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (6/3).

Imdadun yang pernah menjabat sebagai Ketua Komnas HAM itu juga menilai banyak fitnah dan hoax itu jelas merugikan pemerintah Jokowi - JK. Karena muncul persepsi Jokowi sebagai presiden anti Islam.

"Ini harus diatasi. Pak Jokowi sudah semestinya makin mendekat ke publik santri dan ulama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Imadadun, Jokowi harus tepat memilih calon kandidat wakilnya. Karena hal ini berkaitan dengan tiga aspek yakni konsolidasi pemilih muslim, penguatan sektor ekonomi dan stabilitas politik & keamanan hingga akhir pereode pemerintahannya.

Imadaddun juga mengungkapkan, berdasarkan pengamatan SAS Institute, ada lima nama yang tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019. Kelimanya berasal dari latar belakang berbeda-beda.

Pertama adalah, Ketua Umum PBNU, Kyai Said Aqil Siroj. Dikenal sebagai pembaharu gerakan Islam di Indonesia.

"Beliau adalah salah satu pemikir Islam yang sangat berpengaruh di dunia. Gagasan modernisasi Islam dan Islam Nusantara sudah beliau sematkan dalam dinamika pemikiran Islam dunia,” paparnya.

Kedua, yakni representasi kalangan santri dan ulama Nahdliyyin, Muhaimin Iskandar yang juga merupakan Ketua Umum PKB.

Ketiga, Ketua Umum Perindo Harry Tanoe (HT). Dikenal sebagai pengusah yang cakap dalam membangun ekonomi makro dan mikro.

“HT juga adalah salah satu tokoh pebisnis yang juga memiliki pengaruh dalam ruang politik nasional,” ujarnya.

Kempat, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Tokoh militer yang merupakan mantan Panglima TNI yang juga dikenal sebagai Ketua Umum HKTI.

“Tentu sosoknya masih memiliki kharisma di mata publik terutama kaum petani,” paparnya.

Terakhir adalah sosok perempuan tangguh yang namanya mendunia, yakni Sri Mulyani Indrawati. Menteri Keuangan yang fokus untuk mengejar  penerimaan pajak negara demi pembangunan bangsa yang lebih baik.

“SMI mampu memberikan garansi positif kepada dunia investasi untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dan prestasi yang belakangan diraih sebagai menteri keuangan terbaik dunia,” jelasnya.

SAS Institute, lanjut Imadadun menilai, kelima nama ini adalah sosok yang layak untuk cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

“Tentu penilaian kami berbasis kinerja dan popularitas. Di waktu yang sama, sosok-sosok itu memiliki akseptabilitas baik dalam persepsi publik" pungkasnya.

(dms/aim/JPC - Jawapos.com)

Baca juga:

Apa Komentar anda?