Jumat, 09 Maret 2018

Pengasuh Pesantren AL Khoziny ini Prihatin Munculnya Penceramah Karbitan yang Berbekal Google

MusliModerat.net - KH. Raden Abd. Salam Mujib. SQ Pengasuh Pondok Pesantren AL Khoziny Buduran Sidoarjo prihatin dengan munculnya penceramah karbitan. Mereka hanya berbekal belajar dari google sudah berani naik mimbar.  “Marilah kita hanya  belajar ilmu agama kepada guru yang memiliki sanad yang menyambung ke Rasulullah,” katanya.

Ribuan warga menghadiri haul Akbar KH. Abd. Hamid Thobri ke 37 di Pondok Pesantren Nurul Huda Pancur desa Sidogedungbatu, senin (5/3) malam.  KH. Raden Abd. Salam Mujib bertindak sebagai penceramah. Hadir tokoh ulama dan masyarakat, serta aparatur pemerintahan, juga ribuan warga Bawean.

Hisyam perwakilan alumni mengatakan haul KH. Abd. Hamid Thobri secara rutin digelar setiap tahun dalam rangka pembacaan do'a yang dikhususkan kepada almarhum sebagai tokoh di Bawean.

KH. Raden Abd. Salam Mujib. SQ dalam ceramahnya mengagumi sosok KH. Abd. Hamid Thobri sehubungan ketekunannya dalam belajar ilmu agama. "Beliau belajar sampai usia 44 tahun, dari Pondok Pesantren Panji, kemudian dilanjutkan ke Mekkah,"katanya.

Menggelar haul menurutnya sangat bagus untuk mendo'akan beliau, apalagi sebagai tokoh Islam di Bawean. "Melalui haul kita mengirimkan pembacaan do'a tahlil dan lainnya,"paparnya.

Lebih lanjut pembicara asal Sidoarjo mengajak seluruh keluarga, termasuk alumni pondok pesantren untuk melanjutkan perjuangan KH. Abd. Hamid Thobri. Diantaranya melestarikan pondok pesantren salaf sebagai warisan beliau. 

Menurutnya ilmu agama seharusnya dinomor satukan dalam kehidupan di dunia. Alasannya ilmu agama mempunyai kebenaran yang hakiki. Ini akan menjadi bekal masa depan. Adapun berdirinya pondok pesantren baru dengan pola pendidikan modern, perlu ditelusuri sanad dari pendirinya. (bst/rtn)
Advertisement

Advertisement