Jumat, 16 Maret 2018

Patut Dicontoh, Wakil Bupati Mamuju Ikut Diklatsar Banser

MusliModerat.net - Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari, ikut menjadi bagian dari kader atau keluarga besar Barisan Ansor Serbanguna (Banser) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Irwan ikut dalam Diklatsar Banser Angkatan I yang diselenggarakan Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kalukku, Mamuju yang diselenggarakan di gedung UPTD Pertanian Kalukku, Kamis (15/3).

Tak hanya Irwan, Diklatsar Banser kali ini juga diikuti oleh Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Ado Mashud. Keduanya ikut menerima materi mengenai Ansor, Banser, dan pemahaman ke-NU-an dan beberapa materi dasar bersama puluhan peserta lainnya selama tiga hari.

"Saya ketahui bahwa organisasi ini lahir bukan karena kepentingan, tapi lahir atas kepentingan rakyat Indonesia kala itu, yang terus merasakan penjajahan kolonial. Sehingga saya harus tegaskan, bergabung di organisasi ini karena lillahi ta'ala," kata Irwan diberitakan tribunsulbar.com.

"Sebenarnya selama ini kami keluarga besar, merupakan bagian dari keluarga NU, namun tidak lengkap rasanya kalau hanya secara kultur, sehingga Insyaallah hari ini, secara yuridis saya harus masuk di Ansor, sehingga lebih lengkap ke-NU-an saya," sambungnya.

Selain lillahi a'ala, kata Irwan, banyak hal yang mendasari dirinya ingin menjadi bagian dari keluarga besar Ansor dan Banser NU. Menurutnya, Ansor dan Banser adalah pengawal ulama, penyebar syiar Islam rahmatan lil ‘alamin, dan pengawal NKRI.

"Poin-poin inilah yang mendasari saya memilik motivasi untuk menjadi bagian dari perjuangan itu. Karena sejauh ini saya melihat, organisasi ini memiliki komitmen yang tinggi menjadi garda terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan, dan menjaga keutuhan bangsa serta menjaga Indonesia dari disintegrasi," ujarnya.

Terlepas dari jaket yang sudah disematkan kepadanya sebagai tanda kebeseran, selaku Pemerintah Kabupaten Mamuju, Irwan juga mengapresiasi kegiatan yang dinilai luar biasa itu, dalam rangka menggembleng generasi menjadi orang-orang yang paripurna.

"Organisasi ini sangat baik, melakukan pembinaan mental keagamaan, moral serta fisik. Problem bangsa akhir-akhir ini dibutuhkan penanaman pemahaman kebangsaan, keindonesiaan, cinta akan tanah air, utamanya cinta terhadap Islam, sehingga konsep ini baik untuk generasi muda dan harus digalakkan ke mana-mana," tuturnya. (Red: Fathoni/NU Online)
Advertisement

Advertisement