Mengapa Pernikahan Zaman Sekarang Kurang Barokah?

Mengapa Pernikahan Zaman Sekarang Kurang Barokah?

MusliModerat.net - Nikah Zaman Now, Barakah atau Musibah?

Ada seorang santri bertanya kepada Abuya al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. "Abuya, ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang saling mencintai, mereka berdua berniat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Namun ketika mereka meminta restu kepada kedua orangtua, mereka menolaknya dengan alasan masalah ekonomi. Apakah orang tua tersebut berdosa karena tidak menikahkan mereka dan membiarkan mereka mereka larut dalam dosa?"

Beliau pun menjawab dengan pancaran senyum di wajahnya, bahwa permasalahan pertama yang harus disikapi adalah hubungan awal mereka berdua. Dari cara mereka membuat sebuah hubungan sudah sangat tidak dibenarkan oleh syariat Islam. Mereka hendak menjalankan sunah Rasul, yang seharusnya di awali dengan hal yang suci, tetapi mereka justru menodai kesucian itu dengan kemaksiatan.

Islam punya jalan untuk menuntun umat ke pernikahan, yaitu dengan cara ta'aruf, khitbah, dan menikah. Tanpa adanya hal yang di haramkan (pacaran, ketemuan, hawian, dsb). Bagi yang masih ragu dengan pilihannya, Allah 'azza wajala pun memberikan solusi terbaik yaitu dengan beristikharah, atau meminta ketetapan yang terbaik menurut Allah 'azza wajala.

Ada dua hal penting yang harus diperhatikan ketika hendak menikah:

1. Jangan sampai kita mendahului keputusan Allah atau memaksakan kehendak nafsu kita sendiri. Inilah realita anak muda zaman sekarang yang perlu diwaspadai dan diantisipasi,
*اطلب من الله*
_"Mintalah kepada Allah."_
Jangan memaksakan kemauan yang terikat nafsu itu.

Setiap amalan yang diawali dengan terburu-buru pasti akan berujung pada penyesalan,
*فإن العجالة من الشيطان*
_"Karena buru-buru itu sifat setan."_

Mintalah kepada Allah ta'ala dengan cara beristikharah agar berujung dalam keberkahan.

2. Keserasian المناسبة/الكفأة Keserasian adalah hal terpenting kedua yang harus di perhatikan bagi calon pengantin. Berkenalan lewat sosmed, ketemuan di jalan, jalan bareng sana-sini, semuanya sama sekali tidak menunjukkan keserasian menurut sudut pandang syariat. Meskipun mereka berkata, "Kita ini serasi ya, apa-apa selalu kompak dan sama."

Ketahuilah, itu talbis (bisikan setan) bukan keserasian yang di maksud syariat. Serasi itu ketika semua urusan dikiblatkan kepada Alquran dan Hadits, serta mengikuti jalan untuk memilih pasangan yang baik sesuai agama.

Allah SWT berfirman:

الْخَبِيثٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثٰتِ ۖ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبٰتِ ۚ أُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Perempuan yang buruk itu untuk laki-laki yang buruk. Begitupun sebaliknya, perempuan yang baik itu untuk laki-laki yang baik.

Dengan melihat tingkah laku anak muda sekarang, kita bisa menilai sendiri, mana yang baik dan mana yang buruk.

Cara mengenalinya dengan cara menemui walinya, itu adalah sebagian cerminan dari kafa'ah, tanpa adanya hubungan pacaran.

Dan sebagai wali (orang tua), hal terpenting adalah selektif dalam memilih calon menantu yang cocok untuk anaknya. Serasi sesuai pandangan agama. Dan jangan asal memilih calon yang hanya berdompet tebal, berdasi dan naik mobil mewah yang diterima.

Tanggungan hidup sang anak itu tergantung bagaimana orang tua memilih pasangan untuk anaknya.

والله اعلم بالصواب

Baca juga:

Apa Komentar anda?