Rabu, 07 Maret 2018

Kisah Gus Mus Ngaji Al-Fatihah Selama Tiga Bulan kepada Kiai Abdul Qodir Munawwir

MusliModerat.net - KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) begitu mencintai Krapyak. Ini tak lepas dari jejak hidup dan ngajinya di Krapyak kepada KH Abdul Qodir Munawwir dan KH Ali Maksum. Kiai Bisri Mustofa sangat dekat dengan KH Ali Maksum, sehingga putra-putranya nyantri di Krapyak, seperti Kiai Kholil Bisri, Gus Mus, dan Gus Adib.

Ketika sampai di Krapyak, Kiai Bisri menyerahkan Gus Mus muda kepada Kiai Abdul Qodir Munawwir.

“Kiai, hari ini saya titip anak saya kepada Kiai. Tolong ajari anak saya bagaimana caranya membaca Al-Fatihah yang baik dan benar. Tapi ingat Kiai, kalau nanti shalat anak saya sampai tidak diterima oleh Allah subhaanahu wa ta’ala lantaran fatihah yang Kiai ajarkan, saya akan tuntut Kiai nanti di Yaumil Hisab.” Ujar Kiai Bisri kepada Kiai Qodir.

Dari sini, Kiai Qodir memegang teguh komitmennya dalam mendidik Gus Mus. Kiai Qodir benar-benar memberikan perhatian, sehingga bacaan al-Fatihah Gus Mus bisa baik dan benar.

Dalam suatu pengajian di Krapyak, Gus Mus mengisahkan dirinya mengaji Al-Fatihah kepada Kiai Qodir selama tiga bulan. Sampai-sampai Gus Mus seakan sakit hati karena santri-santri yang lain sudah khatam, tetapi Gus Mus sendiri masih saja ngaji Al-Fatihah.

Gus Mus akhirnya baru mengetahui bahwa apa yang diajarkan Kiai Qodir yang sangat disiplin itu benar-benar bermanfaat dalam kehidupan sehari-harinya.

Itulah kedisiplinan mengaji yang diwariskan Kiai Munawwir Krapyak, yang saat ini dilanjutkan para generasi penerusnya, seperti Kiai Najib Abdul Qodir dan almarhum Kiai Hafidz Abdul Qodir. (m/bangkitmedia.com)
Advertisement

Advertisement