Selasa, 27 Maret 2018

Jokowi Terus Tundukkan Kepala saat Salami Para Ulama di Haul Guru Sekumpul

MusliModerat.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak turun dari pesawat di Bandara Syamsudin Noor, menuju ke Hotel Novotel hingga menghadiri haul ulama kharismatik Kalimantan, Guru sekumpul di Martapura, Kalsel, tidak berganti jas, Minggu (25/3/2018) malam ini.

Jokowi tampak tetap mengenakan setelan jas warna biru dan baju putih. Dia hanya berganti celana panjang dengan sarung. Hanya sebentar di hotel, Jokowi langsung menuju lokasi haul yang sudah dijubeli ratusan ribu jemaah sejak siang. 

Tak hanya di Musala Ar Raudah, Martapura, Kalsel, masjid yang menjadi lokasi haul, banyak jemaah yang harus duduk berjajar rapi di jalan. Sehingga jalan-jalan menuju ke musala, tidak bisa dilalui oleh kendaraan.


Jalan-jalan itu pun menjadi memutih karena mayoritas jemaah mengenakan pakaian muslim berwarna putih. Mereka khusyuk berdoa dan melantunkan ayat-ayat suci Alquran, selawat, zikir dan manakib.  

Berdasar pantauan banjarmasinpost.co.id, melalui videotron, Jokowi duduk di barisan depan bersama para ulama dan habib. Jokowi terlihat khusyuk mengikuti jalannya haul ulama besar di Kalimantan ini. 

"Oh tetap ya Pak Jokowi mulai dari bandara pakai jas biru. Jokowinya nunduk-nunduk terus (sembari menyalami para ulama yang menyalaminya) ya" kata salah satu Jemaah, Munawaroh, Minggu (25/3/2018).

Karena jalan utama disesaki jemaah, rombongan Jokowi menggunakan jalur alternatif menuju Musala Ar Raudah. Dari jalan dan gang permukiman, Jokowi masuk musala melalui pintu samping kubah makam Guru Sekumpul.

Malam ini adalah kaul ke-13 ulama karismatik Kalimantan asal Martapura, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani alias Guru Sekumpul atau Guru Izai yang berpulang pada 10 Agustus 2005 dalam usia 63 tahun.


Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari lahir di Tunggul Irang, Martapura, 11 Februari 1942. Santri Guru Sekumpul mencapai jutaan orang yang tersebar di berbagai daerah.

Saat haul pun yang datang bukan hanya dari daerah-daerah di Kalimantan tetapi juga Jawa dan Sumatera. (*tribunnews.com)


Advertisement

Advertisement