Dekan Fakultas Syariah UIN Lampung Bantah Tuduhan Abdul Somad terhadap KH Ishomuddin

Dekan Fakultas Syariah UIN Lampung Bantah Tuduhan Abdul Somad terhadap KH Ishomuddin

MusliModerat.net - Dekan Fakultas Syariah, UIN Lampung, Dr Alamsyah angkat bicara soal fitnah Abdul Somad kepada Rois Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin yang juga dosen di Fakultas Syariah di UIN Lampung.

Dr Alamsyah menulis status di Facebooknya dengan judul “Runtuhnya Kredibilitas Sang Ustad”.

Dalam tulisan ini, Dr Alamsyah memberikan klarifikasi terkait Tuduhan Abdul Somad terhadap KH Ahmad Ishomuddin selaku dosen di Fakultas Syariah Bandar Lampung.

Berikut tulisan Dr Alamsyah:


RUNTUHNYA KREDIBILITAS SANG USTAD

Sambil menunggu boarding pesawat ke Sydney yg msh 2 jam lg, sy buka medsos .. rupanya lg viral video ustaz Abdul Shomad (UAS) yg menyerang Gus Ishom dgn beberapa ejekan ..

Dg enteng dn mimik yg terkesan sgt melecehkan, UAS menyebut KH Ahmad Ishomuddin, M.Ag, Rois Syuriah PBNU, sbg belum sunat, belum haji, doktor palsu, dicopot dari MUI, kampusnya sdh menolak dirinya, dsb .. yg intinya Gus Ishom manusia yg buruk dan tdk ada nilai apa2nya lg ..

Krn persolan ini sgt penting mk hrs diklarifikasi ..

Sbg dekan yg mnjadi atasan lngsng Gus Ishom di fak syariah UIN RI Lampung, hrs sy tegaskan bhw scra formal dn kelembagaan tdk pernah kami menyalahkan dan memberi peringatan terkait dgn pandangan dan langkahnya selama ini .. Secara pribadi saya bhkn mndukungnya dlm kegiatan pengabdiannya di PBNU, MUI, saksi ahli dn keaktifannya dlm berbagai event internasional ..

Sejak kuliah satu kls dulu sy sgt tahu beliau aktif dan cerdas namun tentu sj saat itu blm haji, dan baru tahun lalulah beliau bs menunaikannya .. tentu jg beliau sdh lama disunat .. tdk perlu sy yg mmbuktikan, mgkn UAS yg mau .. Beliau jg tdk pernh mngaku doktor (UAS dan yg lain sj yg memplintirnya sbg doktor palsu). Bahkan pihak kampus tdk pernah menyatakan tdk ada urusan lg dn lepas dari beliau, krn Gus Ishom walau super sibuk tapi tetap sempat menjalankan tugas kewajiban mengajar di almamater-nya.

Jadi apa yang dikatakan UAS di atas ttg Gus Ishom, baik scra harfiyah maupun majaziyah, adalah dusta alias hoaks.

Dlm disiplin ilmu hadis, yg jg mnjadi keahlian UAS sbg dosen hadis, ditetapkan haram membuat dan menyebarkan info hoaks, dn pelakunya dpt kena sanksi pidana dan diancam siksa neraka. Seseorang yg menerima info palsu (matan maudhu’) dan tahu itu namun tetap menyebarkannya (meriwayatkannya) maka dia tergolong seorang pendusta (Kaazib), jika berkali2 berdusta maka dinamakan tukang bohong (Kazzaab), bahkan jika sudah sangat rusak dinamakan Dajjaal ..

Seseorang yg sdh dilabeli “pendusta” mk sudah tdk lg dipercaya, dan semua informasi yg disampaikannya ditolak, kredibilitas dirinya runtuh, maka ia tidak boleh lg berfatwa dan menjadi saksi …

Sudah berapa kali kah UAS melakukan kecerobohan seperti ini .. ? dan layakkah untuk .. ? sedulur yg cerdas silahkan menganalisisnya …

Saya berharap UAS hanya keseleo lidah ketika menyebut hinaan di atas .. jk benar ada kelalaian dn tdk hati2 dlm menyebar info hoaks, mk hrs diikuti klarifikasi dn permintaan maaf terbuka oleh UAS kpd Gus Ishom yg sdh sgt bijak menyikapinya …

Tdk perlu malu minta maaf .. krn ustad jg manusia …

Sumber : Status Facebook Alamsyah

Baca juga:

Apa Komentar anda?