Cerdas! Kiai Ishomuddin Bungkam Jubir HTI di PTUN

Cerdas! Kiai Ishomuddin Bungkam Jubir HTI di PTUN

MusliModerat.net - Satu minggu sebelumnya, Kamis (8/03), jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto berhasil dibungkam oleh aktivis muda NU Guntur Romli di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Satu minggu kemudian, Kamis (15/03), lagi-lagi Jubir HTI Ismail Yusanto diam seribu bahasa ketika kalah berargumen. Kali ini, Rais Syuriah PBNU Kiai Ishomuddin yang berhasil membungkam Ismail Yusanto hingga tidak bisa berkata apa-apa.

Kisah Ismail Yusanto yang bungkam ketika kalah berarguman tersebut ditulis oleh Kiai Ishomuddin di laman facebook-nya dan menjadi viral. Hingga berita ini ditulis, status Kiai Ishomuddin tersebut sudah dibagikan sebanyak 472 kali dan mendapatkan like dari netizen sebanyak 1.900 lebih. Berikut ini, bangkitmedia.com lampirkan status facebook Kiai Ishomuddin tentang Jubir HTI Ismail Yusanto yang bungkam seribu bahasa di sidang PTUN.

Satu hari setelah hari ulang tahun Hizbut Tahrir, 13 Maret 2018, hari Kamis ini, 15 Maret 2018 saya secara resmi dipercaya dan diberi amanah oleh PBNU atas permintaan Kemenpolhukkam RI untuk menjadi saksi ahli dalam perkara gugatan eks-HTI kepada pemerintah RI di PTUN Jakarta.

Kesaksian saya berikan dengan memberikan keterangan dan menjawab pertanyaan baik yang diajukan oleh para kuasa hukum pemerintah RI, para penggugat dan majelis hakim. Semua itu berlangsung selama 4 (empat) jam.

Cukup lelah memang, tapi saya memang sudah sering diminta untuk menjadi saksi ahli di negeri ini, dua kali di Mahkamah Konstitusi, satu kali di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan dua kali di PTUN Jakarta. Empat jam yang melelahkan itu tidakkah terlalu lama dibandingkan bahwa saya pernah memberikan kesaksian selama 7 (tujuh) jam dalam kasus yang sangat terkenal di seluruh penjuru Indonesia itu, bahkan di luar negeri juga banyak yang tahu.

Kesaksian ahli itu penting untuk menguatkan dalil-dalil dan bukti yang disampaikan pemerintah melawan eks-HTI. Dan saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan ini merupakan sebuah kewajiban agama dan negara dalam menjaga keutuhan NKRI sebagai warisan para ulama NU.

Berikut ini saya ceritakan “debat panas” saya dengan Ismail Yusanto (juru bicara HTI) sebagai penggugat dalam urusan yang sensitif ini:

Dalam sidang gugatan eks-HTI di PTUN, Ismail Yusanto bertanya kepada saya sebagai saksi ahli, “Menurut saudara ahli menegakkan khilafah itu hanya ilusi, tetapi mengapa anda menyatakan bahwa HTI menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI?”

Dengan menghadapkan muka ke majelis hakim saya membalas pertanyaan itu dengan balik bertanya, “Jadi apakah menurut saudara upaya menegakkan khilafah islamiyah di NKRI bukan ilusi?”

Dengan terburu-buru Ismail Yusanto sebagai penggugat langsung menjawab, “Bagi kami (HTI) itu bukan ilusi, HTI tetap berjuang mendirikan khilafah!”

Jawaban itu pun segera saya jawab, “Nah…itulah bukti HTI mengancam keutuhan NKRI!” Ismail Yusanto bungkam tidak menanggapi dan melanjutkan pertanyaan berikutnya yang menurut saya kurang bermutu. 

Semoga dengan fakta-fakta tersebut, para pengikut HTI tersadar dan tidak lagi ngotot mendirikan khilafah di negara Indonesia.  (rk/bangkitmedia.com)

Baca juga:

Apa Komentar anda?