Abdul Somad Sebut Rais Syuriah PBNU Belum Sunat, Esensinya Apa Ya Ustad?

Abdul Somad Sebut Rais Syuriah PBNU Belum Sunat, Esensinya Apa Ya Ustad?

MusliModerat.net - Kalau Anda mengikuti kabar di media sosial tentu tahu bahwa ada video dari Abdul Somad yang sedang viral (cuplikannya : https://twitter.com/yusuf_dumdum/status/975154127197028352), kalau mau lebih jelas di Youtube, Facebook, dan twitter juga banyak beredar. Somad membahas mulai soal Ahmad Ishomuddin yang belum haji, mungkin juga belum sunat, dan gelar doktornya tak benar.



Kalau Anda bertanya siapa Ahmad Ishomuddin, dialah kyai muda NU yang dulu sempat jadi saksi meringankan soal Ahok. Dalam ceramahnya itu, Somad mendapat pertanyaan tentang seorang pengurus MUI yang sudah dicopot. Dengan gaya yang tidak mirip seperti berdakwah, Sang Ustad pun mengatakan tidak perlu lagi takut pada Ishomuddin karena sudah dicopot dari kepengurusan MUI. Dan tanpa diminta kemudian dia membeberkan soal Ishom yang menurutnya belum jadi doktor, belum haji, dan mungkin belum sunat. Ini Ustad atau host Insert sih kok lamis bener kalau bicara? Dan dengan irama tegas plus nyinyir dia bilang, "pokoknya dia sudah tersudut habis sekarang?*"



Ucapan Somad ini kemudian dijawab oleh Kiai Ishomuddin :

Alhamdulillah, saya sudah menunaikan ibadah haji loh.. Alhamdulillah, saya juga sudah disunat dari kecil. Jika tidak percaya, boleh tanya kepada saksi fakta, kepada istri saya Shally Widyasavitri Ishomuddin yang agak marahkarena video ini.



Perihal gelar doktornya, sebetulnya Gus Ishom juga tidak pernah mencantumkan itu. Entah kenapa tiba-tiba Somad membahas. Ketika memberikan kesaksian tentang HTI dalam sidang PTUN, tertulis dengan jelas nama beliau, yakni Ahmad Ngishomuddin, M. Ag., alias KH Ahmad Ishomuddin. Demikian juga yang tertulis secara resmi di PBNU, di berbagai acara NU, acara kampus, dan lainnya. Jelas sekali, tuduhan Somad sangat tidak logis dan tidak etis karena disampaikan kepada publik dan diviralkan videonya. KH Ahmad Ishomuddin sudah masuk jajaran Rais Syuriah PBNU sejak 2010. Saat itu, almarhum KH MA Sahal Mahfudh (Rais Aam PBNU) yang langsung menunjuk Kiai Ishom untuk masuk dalam jajaran Syuriah PBNU. Ini bukti kepercayaan Kiai Sahal kepada Kiai Ishom. Usai Muktamar ke-33 di Jombang tahun 2015, Kiai Ishom kembali masuk jajaran Rais Syuriah PBNU. Kiai Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU, kembali memberikan kepercayaan Kiai Ishom dalam jajaran Rais Syuriah PBNU. Ini juga bukti keulamaan Kiai Ishom yang diakui para kiai sepuh di lingkungan NU.



Kalau Jadi Ustad Sampaikan Dakwah, Jangan Malah Ngerumpi



Saya itu kadang heran dengan pendakwah macam U Somad ini. Kalau ngomong itu lho kok lemas sekali. Sebagai pendakwah saya yakin Beliau tahu betul bahwa apa yang disampaikannya kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Baik buruk, benar salah doktrin yang diberikan kelak akan dimintai tanggung jawab. Selain itu sebagai pendakwah jelas ada etika dan batasan apa yang bisa dia ucapkan dan tidak. Apa coba esensinya membicarakan soal haji ataupun sunat itu?

Andaikan Gus Ishom belum berhaji pun memangnya kenapa? Apakah naik haji jaminan orang-orang pasti akan jadi benar? Lha para tersangka korupsi itu juga banyak yang sudah berhaji lho. Haji itu masalah kesempatan dan rejeki. Siapa tahu memang rejekinya belum datang. Dan mereka yang belum berhaji tak selalu berarti kualitas keimanannya lebih rendah daripada yang sudah pernah jadi tamu Allah.

Lagi pula apa esensinya membahas soal orang itu sudah sunat apa belum? Kok ngapain sih Pak Ustad harus ngebahas sesama laki-laki sudah sunat atau belum? Lha istrinya saja nggak komplain kok.

Heran lagi adalah dengan jamaah yang masih mengidolakan sang Ustad karena katanya lucu. Dear sister and brother, bisakah kalian membedakan antara lucu dan nyinyir? Bisa tidak membedakan antara ulama yang menggunakan humor untuk dakwahnya dengan yang offside? Sepertinya bukan sekali ini U Somad lalai mengerem lisannya saat berceramah.

Disunting dari Rahmatika/seword

Baca juga:

Apa Komentar anda?