Selasa, 27 Maret 2018

86.720 Jamaah Umrah Telah Ditipu Abu Tours, Tidak ada Demo Bela Agama Hingga kini

MusliModerat.net - Lagi-lagi penipuan terhadap umat terjadi. Kali ini yang menjadi pelakunya adalah PT. Amanah Bersama Umat atau yang lebih dikenal dengan Abu Tours.

Perusahaan ini merupakan penyedia jasa umroh, yang mana direktur utamanya adalah Hamzah Mamba yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.


Masih segar diingatan kita Anniesa Hasibuan melalui perusahaannya First Travel yang juga telah menipu ribuan umat yang ingin berangkat umroh.

Anniesa berhasil meyakinkan jamaah untuk memberikan uang ke First Travel sebagai biayah umroh. Yang mana uang tersebut kemudian digunakannya untuk bermewah-mewah keliling dunia.

Dan saat ini, Anniesa telah mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawakan perbuatannnya.

Jika dulu dia hidupnya glamour penuh kemewahaan, sekarang Anniesa menjadi pesakitan. Entah untuk berapa lama.

Sungguh aneh di Indonesia ini. Ada ribuan orang yang ingin umroh, tapi tercancam gagal berangkat.

Kembali ke Abu Tours. Jamaah yang ditipu oleh penyedia jasa umroh ini tidak tanggung-tanggung. Sedikitnya ada 86.720 jemaah yang berhasil mereka yakinkan untuk masuk perangkap dalam memperkaya diri sendiri. Sungguh suatu jumlah yang fantastis.

Tidak hanya itu, uang yang berhasil dikumpulkan oleh Abu Tours dari jamaahnya juga luar biasa besar, yaitu mencapai angka 1,8 triliun rupiah.

"Dana jemaah sebanyak 86.720 orang yang tidak berangkat ke Tanah Suci mencapai Rp 1,8 triliun yang dikumpulkan oleh Abu Tours," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani (23/3/2018).

Begitu hebatnya Abu Tours ini, jamaah yang berhasil mereka tipu tersebar di 15 provinsi yang ada di Indonesia. Yang mana telah mendaftar dan menyetorkan uang sejak tahun 2016 yang lalu, hingga 2018 ini. Itu artinya, Abu Tours terus melebarkan sayap, tidak hanya di satu provinsi saja.

Sunggu suatu perusahaan yang besar dan awalnya dipercayai masyarakat.

"Jadi jemaah yang tidak berangkat itu mayoritas ikut program promo Abu Tours. Promo harga perjalanan umrah itu bervariasi, mulai Rp 12 juta hingga Rp 16 juta. Semua jemaah sudah menyetorkan, tapi belum diberangkatkan," lanjut kombes Dicky.

Perlu diketahui, dana yang berhasil diungkap oleh polisi mencapai 1,8 triliun tersebut belum semuanya. Polisi masih terus menelusuri asset-aset Abu Tours.

"Total asetnya semua belum kita tahu. Tapi sudah ada yang sudah disita dan ada pula yang masih ditelusuri," ujar Dicky.

Karena ini melibatkan banyak daerah, tentu Abu Tours tidak bekerja sendirian. Mereka memiliki karyawan dan mitra untuk melakukan aksinya. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka juga akan bertambah.


Jamaah terlalu mudah percaya dengan iming-iming umroh

Melihat dari apa yang terjadi pada First Travel dan Abu Tours ini, dapat kita pelajari bahwa begitu mudahnya umat tertipu oleh oknum-oknum yang tampilannya kelihatan suci.

Mereka begitu mudahnya diiming-imingi akan diberangkatkan tempat suci Mekah dan Madinah dengan biaya yang mungkin lebih murah dari penyedia jasa umroh lainnya, tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu. Hingga akhirnya mereka sendiri yang menyesal.

Alumni Demo bungkam

Di Indonesia ini ada kelompok yang mengatasnamakan diri Alumni Demo. Alumni Demo ini juga menyebut diri sebagai pembela Islam.

Pembela Islam tentu tidak hanya membela agama Islam, tapi juga membela umat Islam.

Akan tetapi saat puluhan ribu umat Islam tertipu oleh Abu Tours, kenapa belum ada riak-riak pembelaan dari Alumni ?

Mengapa Alumni tidak demo di depan Polda Sulsel menuntut agar pemilik Abu Tours segera mengembalikan uang jamaah?

Mengapa pula Alumni tidak memberikan bantuan hukum kepada ribuan jaamaah yang terancam gagal umroh karena ulah Abu Tours?

Disunting dari Seword.com
Advertisement

Advertisement