Tito Karnavian, Jenderal Cerdas Jaman Now

Tito Karnavian, Jenderal Cerdas Jaman Now

MusliModerat.net - Viralnya Pidato Jendral Anton Charliyan (Kapolda Jabar, yg sebenarnya sudah lama) dan Jendral Tito Karnavian yang bertanggung jawab penuh terhadap Kamtibmas NKRI yang kontroversial-Bahkan banyak tulisan berseliweran meng-kuliahi dan membully- itu bagi saya sangatlah cerdas: 

1. Dengan hanya menyebut satu dua Ormas yg ia nilai cinta NKRI, tentu ormas lain yg tidak cinta NKRI akan pura2 berkata cinta. Apalagi yang memang cinta, tentu mereka tersinggung. Nah, disinilah kedepan Polri akan mudah untuk menagih pengakuan, ketika mereka bertindak kontra dg pernyataannya. Mana janjimu??

2. Dalam sisi kesejarahan sang Jendral juga hanya menyebut satu dua Ormas yg benar2 berkontribusi terhadap perjuangan Bangsa. Nah, ormas yg merasa dinafikan pasti akan teriak2 dan membuka sejarah tokoh pendiri dan pendahulunya. Dalam titik inilah sebenarnya Sang Jendral menanamkan kembali kepada penerus ormas2 itu bahwa, Ooo ternyata pendiri ormas saya ini begitu luar biasa kiprahnya ikut mendirikan NKRI ini. Kalau begitu kenapa saat ini saya ikut2an arus ingin merobohkanya?? Kenapa ormas saya diam saat ada sekelompok ormas mau merubahnya??

3. Sang Jendral juga hanya menyebut satu dua ormas yg tidak radikal. Nah, ormas yg radikal tentu akan ikut teriak pura2 tidak radikal. Apalagi yg mmg tidak radikal, tentu akan muhasabah nafsi/intropeksi diri, kenapa ormas saya termasuk dinilai begitu?? Apakah karena selama ini ormas saya selalu bermesraan dg ormas2 radikal, lalu ada penilaian seperti itu?? Apa karena selama ini ormas saya kurang menjaga jamaah dalam sisi aqidah dan doktrinasi, sehingga sering ikut kegiatan ormas radikal itu?? Dan kenapa selama ini saya biarkan??

4. Penyebutan eksistensi Ormas yang hanya satu dua oleh Sang Jendral bila dikaitkan dengan Kamtibmas Nasional, hemat penulis sangatlah tepat. Bahkan bila perlu CUKUP SATU. Beliau yg membawahi puluhan Polda, Ratusan Polres, ribuan Polsek dan Intel pasti sangat 'Alim tentang eksistensi Ormas2 Islam sesungguhnya dari Sabang sampai Meraoke. Fakta membuktikan, saat Ormas anti pancasila dibubarkan hanya satu Ormas yg terang2an mendukung langkah itu. Giliran Ormas dan tokoh radikal "Membuat panggung mainan" mereka sama ikut ikut bermain, paling tidak ikut datang meramaikan. Konsistensi dalam merawat dan membesarkan ormaspun banyak yg gagal, "la yamutu wala yahya", Tidak mati, tapi hidup pun enggan". Pada kemana ormas2 yg mengaku lahir lebih dulu dibanding satu dua yg disebutkan itu?? Kalau saat ini sirna tinggal nama atau menjadi kerdil, dimana salahnya??

Berarti kan "wujuduhu ka 'adamihi", Keberadaanya sama dengan Ketiadaannya. Sehingga sah2 saja untuk tidak disebut.
Jadi langkah Sang Jendral bila itu strategi pembinaan hemat penulis sangatlah strategi brilian.
Itu adalah suatu metode baru dalam pembinaan ormas dg sistim "Kejut" yg luar biasa. Disaat metode yg lurus dan datar ternyata tidak "ngefek" sama sekali.

Pencari Laron kadang butuh nyala lilin untuk memancing laron-laron keluar dari sarangnya.

# NKRI?? Harga Mati !!!!!
# Pancasila??? Jaya !!!!!

Dishare dari Kyai Zahro Wardi, 
Komisi Fatwa MUI Kab. Trenggalek

Baca juga:

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Apa Komentar anda?