Surat untuk Adek Mahasiswa: Jika Ingin Terkenal, Jangan Pakai Sensasi Murahan!

Surat untuk Adek Mahasiswa: Jika Ingin Terkenal, Jangan Pakai Sensasi Murahan!

MusliModerat.net - Penggiat Sosial Media Denny Siregar dalam akun facebooknya juga mengomentari terkait aksi kartu kuning yang dilakukan Ketua BEM UI kepada bapak Jokowi saat menghadiri Dies Natalies UI, usai aksi kartu kuning Ketua BEM UI Zaadit Taqwa langsung mendapat beragam komentar dari beberapa netizen, diantaranya Denny Siregar.

Berikut surat terbuka Denny Siregar untuk Ketua BEM UI:

Adek-adek mahasiswa tersayang,
Apakah adek-adek mahasiswa tahu, bahwa pada tahun 2015, seorang Effendy Simbolon pernah berkata, “Kalau seorang Jokowi bisa membubarkan Petral, saya akan botak..”.

Dan pada tahun yang sama juga, Jokowi membubarkan Petral yang sudah beroperasi puluhan tahun – yang disebut Faisal Basri dilindungi langit ketujuh – sehingga semua transaksi migas langsung ditangani Pertamina.

Apakah adek-adek mahasiswa tahu itu?

Coba tanya senior kalian dulu, betapa kenaikan harga BBM seribu saja dulu bisa memicu antrian di pom bensin begitu panjang di seluruh Indonesia dan menaikkan harga2 barang ?

Adek-adek mahasiswa tahu itu ?

Dan siapa yang bisa menyelesaikan semua masalah itu tanpa bertele-tele dan tegas terhadap bisnis yang diperkirakan meraup uang negara 250 triliun per tahun ? Jokowi bukan ? Pernahkan kalian memberi kartu hijau buat beliau untuk itu ?

Dan adik-adek mahasiswa tahu, jika isi laut kita dirampok dan negara rugi ribuan triliun rupiah selama puluhan tahun ?

Siapa yang bisa menyelamatkan situasi itu dengan menenggelamkan ratusan kapal asing yang selama ini menikmati kekayaan laut kita ? Jokowi, bukan ? Apakah dia mendapat kartu hijau sebagai tanda penghormatan dari kalian ?

Adek-adek mahasiswa tahu, selama puluhan tahun kita merdeka masih banyak wilayah di Papua sana gelap gulita dan tidak ada akses jalan menuju kesana.

Menurut adek-adek, siapa yang kemudian berjibaku mengucurkan dana ratusan triliun rupiah dan mengerahkan TNI AD untuk membangun ribuan kilometer jalan disana di medan yang berat dan penuh kontak senjata ? Jokowi, kah ?

Kapan ya kita memberi dia kartu hijau untuk itu ?

Adek-adek mahasiswa mungkin sudah terlalu nyaman kuliah di kota, dengan semua fasilitas yang ada sehingga tampak gemuk dan lembek tubuhnya.

Tambun dan sulit bergerak dari tempat duduknya sehingga tidak tahu bahwa Jokowi dalam setahun mengunjungi ratusan tempat di seluruh Indonesia guna memastikan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih ada.

Pernahkah adek-adek memberinya kartu hijau untuk itu sekedar menghormati apa yang dia kerjakan untuk bangsa Indonesia ?

Kalau Jokowi mau, adek-adek, ngapain dia bubarkan Petral ? Kan dia bisa minta 10 persen setiap tahun untuk menumpuk kekayaan keluarganya ?

Ngapain juga Jokowi capek-capek bangun Papua, toh lebih enak bangun Jawa dimana banyak media yang meliput disana untuk pencitraan dirinya ?

Atau ngapain sih ledakin kapal asing perompak ikan kita, jika dia bisa minta komisi sebagai kepala negara yang tidak akan mengusiknya ?

Sulit ya memberinya kartu hijau ? Karena adek-adek hanya memandangnya sebelah mata dengan kedengkian luar biasa tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi diluar sana..

Mahasiwa itu bukan hanya harus pintar dalam pelajaran, adek-adek, tapi juga harus luaskan wawasan.. Jadi mulailah membaca, jangan hanya sibuk protes saja. Apalagi pake share status Jonru yang jelas-jelas fitnahnya..

Adek-adek mahasiswa yang suka nyemprit dan kasih kartu kuning, jadilah mahasiswa berprestasi Internasional jika ingin terkenal. Sensasi itu murahan adek-adek, seperti beberapa anggota DPR itu yang sibuk berkata tapi minim bekerja.

Sekali-kali minum kopilah sama abang sini, biar abang cerahkan. Jadikan dirimu sebagai ahli di jurusanmu, itulah yang terpenting. Jangan seperti beberapa kakak yang dulu kuliah di jurusan pertanian tapi malah tersesat jadi ahli bekam..

Setuju, adek-adek mahasiswa ? Angkat kopinya. Seruputtt…eh tolong dikurangi micinnya ya. Tidak baik untuk kesehatan jiwa..

Denny Siregar

Baca juga:

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Apa Komentar anda?