Selasa, 06 Februari 2018

Subhanallah! Rajin Salat Malam, Jasad Sumini Utuh meski Terkubur 10 Tahun

MusiModerat.net - Sudah 10 tahun jasad Sumini terkubur di makam umum Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember. Namun, jasadnya masih utuh.

Lokasi makam Sumini dan belasan makam lainnya memang tidak jauh dari sungai. Hanya beberapa meter saja dari bibir sungai. Makam itu terlindung pagar makam di dekat aliran sungai.


Mendiang Sumini
Kamis (1/2) lalu, air sungai meluap akibat hujan deras. Naiknya debit air ini menggerus tanah hingga membuat pagar ambrol. Makam yang ada di dekat sungai itu juga ikut tergerus, termasuk makam Sumini.

“Mayat yang ditemukan di bagian pagar makam yang ambrol terkena banjir itu memang benar ibu saya. Ibu Sumini meninggal 10 tahun lalu,” kata salah seorang anak Sumini, Hasan, dikutip dari detik.com di lokasi, Senin (5/2).


Menurut Hasan, saat mendapat kabar pagar makam ambrol, pihak keluarga sudah menyiapkan kain kafan baru untuk almarhum Sumini. Sebab, pihaknya juga mendapat kabar, salah satu makam yang ambrol adalah makam ibunya itu.

Hasan bersama saudara dibantu warga kemudian mencari tulang tulang belulang Sumini dibantu saudara dan warga. “Saya kaget saat menemukan kain kafan yang di dalamnya ada mayat dalam keadaan utuh. Saya sempat melihat dari ujung kafan yang terbuka, terlihat telinga jasadnya itu masih utuh,” kata anak kelima Sumini tersebut.

Hasan mengaku yakin jasad itu adalah ibunya karena berada di bawah makam yang ambrol. “Selain itu, bentuk tubuh yang kurus dan tinggi sekitar 150 cm. Sedangkan lainnya, posisi makam berada di sebelah utara dan agak ke timur,” ujarnya.

Hasan kemudian teringat semasa ibunya masih hidup. Semasa hidupnya, Sumini memang rajin salat malam setiap hari. “Sepengetahuan saya, kalau malam jarang tidur. Pasti itu salat malam terus sampai subuh,” katanya.

Semasa hidupnya, Sumini juga dikenal hidup sederhana. Sepeninggal suaminya, Sumini bekerja sendiri untuk menghidupi keluarga. “Setahu saya ibu semasa hidup pekerjaannya biasa, yakni buruh tani, tanam padi, dan mencari sisa padi di sawah. Ibu sendiri memang statusnya janda dan bekerja sendiri,” terang Hasan.

Di lingkungan warga sekitar, Sumini semasa hidup juga dikenal suka membantu tetangga dan siapapun. Jika ada tetangga yang minta tolong, dia jarang sekali menolak. Bahkan saat ada kesusahan, Sumini tanpa diminta sering menawarkan bantuan. Apalagi ada orang yang menyakitinya, Sumini juga tidak sakit hati.

“Beliau semasa hidup memang orang yang baik. Suka menolong dan ibadahnya juga luar biasa,” kata salah seorang warga setempat, Haki.

Melihat kondisi jasad ibunya yang masih utuh tersebut, Hasan berharap, ibunya saat meninggal dulu dalam keadaan husnul khotimah. “Bukan kami saja yang berpendapat seperti itu. Tapi warga juga mengatakan ibu saya meninggal husnul khatimah. Salah satu tanda-tandanya ya jenazahnya masih utuh itu tadi,” jelasnya.

Kejadian jasad utuh kerap dikaitkan dengan hal spiritual, namun secara ilmiah ada juga fenomena yang bisa menjelaskannya. Dilansir dari Live Science, kejadian ini dikaitkan dengan adiposera, yaitu senyawa organik yang terbentuk melalui reaksi hidrolisis oleh bakteri anaerob pada jaringan adiposa (jaringan lemak) di dalam tubuh.

Dengan senyawa ini, lemak di jaringan lunak berubah menjadi zat seperti sabun keras sebuah proses yang disebut saponifikasi. Zat ini bertindak sebagai pengawet dan memperlambat dekomposisi (proses penguraian) normal.

Mengapa ada jasad yang bisa awet karena adiposera dan ada yang tidak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adiposera sendiri secara optimal terbentuk bila jenazah berada pada lingkungan dengan kelembaban yang tinggi dan minim oksigen. din, dit[duta.co]
Advertisement

Advertisement