[Meluruskan] Saat Gerhana Disunnahkan baca Takbir bukan Takbiran Seperti Hari Raya

[Meluruskan] Saat Gerhana Disunnahkan baca Takbir bukan Takbiran Seperti Hari Raya

MusliModerat.net - Maksud "Mengumandangkan Takbir" Saat Gerhana

Kalimat Takbir berupa "Allahu Akbar" yang maknanya adalah Allah Maha Besar, banyak dianjurkan untuk kita baca, mulai dari takbir Shalat, hampir semua gerakan Shalat, adzan-iqamah, shalat jenazah, di Hajar Aswad, tempat Sa'i, dan sebagainya. Khususnya adalah malam 2 hari raya secara bersama di masjid, surau, jalan-jalan, dan lainnya yang memiliki redaksi khusus dan teks takbir tersendiri.

Bagaimana dengan saat gerhana? Dalil hadis mengumandangkan Takbir adalah:

«ﺇﻥ اﻟﺸﻤﺲ ﻭاﻟﻘﻤﺮ ﻣﻦ ﺁﻳﺎﺕ اﻟﻠﻪ، ﻭﺇﻧﻬﻤﺎ ﻻ ﻳﻨﺨﺴﻔﺎﻥ ﻟﻤﻮﺕ ﺃﺣﺪ، ﻭﻻ ﻟﺤﻴﺎﺗﻪ، ﻓﺈﺫا ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻫﻤﺎ ﻓﻜﺒﺮﻭا، ﻭاﺩﻋﻮا اﻟﻠﻪ ﻭﺻﻠﻮا ﻭﺗﺼﺪﻗﻮا ... »

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak akan gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihat keduanya (gerhana) maka bertakbirlah, berdoalah kepada Allah, shalatlah dan bersedekahlah... " (HR Muslim)

Apakah mengumandangkan Takbir disini secara bersama atau sendiri? Bisa kita kaitkan dengan hadis lain dalam bentuk membaca takbir saat melihat Hilal:

ﻋﻦ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺑﻦ اﻟﺼﺎﻣﺖ ﻗﺎﻝ: ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﺇﺫا ﺭﺃﻯ اﻟﻬﻼﻝ ﻗﺎﻝ: اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ. اﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ. ﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ.

Dari Ubadah bin Shamit bahwa jika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melihat hilal beliau bersabda: "Allahu Akbar, Alhamdulillah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah" (HR Ahmad)

Dengan demikian maksud mengumandangkan Takbir saat gerhana adalah ketakjuban atas fenomena yang jarang terjadi berupa gerhana. Bukan takbir seperti hari raya, sebab Imam Nawawi berkata:

ﻷﻥ اﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﻳﺨﺘﺺ ﺑﻬﺬﻩ اﻷﻳﺎﻡ ﻓﻼ ﻳﻔﻌﻞ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻫﺬا ﺗﻌﻠﻴﻞ ﻟﻠﻤﺴﺄﻟﺔ ﺑﻨﻔﺲ اﻟﺤﻜﻢ ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻷﻥ اﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﺷﻌﺎﺭ ﻫﺬﻩ اﻷﻳﺎﻡ

"Takbir ini hanya khusus untuk hari raya dan hari Tasyriq, maka tidak dilakukan di selain hari tersebut. Sebab takbir ini adalah syi'ar pada hari raya dan hari Tasyriq" (Al-Majmu' 5/42)

Pada intinya dari tulisan ringkas ini, mari kita memahami dan mengamalkan dalil hadis berdasarkan ijtihad ulama Madzhab, bukan memahami langsung kepada teks hadis karena memang kita bukan Mujtahid. Ini pula yang sering kita kritik kepada Salafi-Wahabi.

Dishare dari Kyai Ma'ruf Khozin Anggota Aswaja NU Center PWNU Jatim

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?