Mahfud MD Bahas Cara Berpakaian Ala Arab dalam Acara ILC, Sindir Siapa?

Mahfud MD Bahas Cara Berpakaian Ala Arab dalam Acara ILC, Sindir Siapa?

Mahfud MD Bahas Cara Berpakaian Ala Arab dalam Acara ILC, Sindir Tengku Zulkarnain?

MusliModerat.net - Prof. Mahdfud MD adalah alasan mengapa saya masih tertarik menonton ILC. Beliau seperti sudah mendapat jatah untuk menjadi “gong” atau “closing”. Beliau memang dikenal sebagai sosok yang netral dan cerdas. Beliau memberikan pendapat yang objektif, cerdas, memukau, dan tak bisa dibantah oleh narasumber lain di ILC. Selain pakar hukum tata negara, beliau adalah santri yang keilmuan agamanya tidak diragukan lagi. Wajar jika jarang ada yang mau mendebat beliau secara face to face. Paling pol, mereka hanya berani mendebat pendapat Mahfud MD di medsos.

Prof. Mahdfud MD kembali dihadirkan dalam ILC pada hari selasa malam, 13 Ferbruari 2017 bertajuk “Teror ke Pemuka Agama : Adakah Dalangnya?” Saya melihat Mahfud MD tidak banyak mengomentari soal teror ke pemuka agama. Beliau lebih banyak membahas tentang toleransi antar umat, Allah tidak menghendaki persamaan dan toleran, dan mengritik orang yang suka memaksakan untuk sama. Bagi yang tidak sama, sedikit-sedikit dianggap kafir dan bid’ah. Beliau juga mengritik kelompok yang sangat sensitif dan pemarah. Beliau mengajak seluruh pemeluk agama untuk hidup bersama, saling menghargai dan bertoleransi satu sama lain, serta jangan terlalu ekstrim.



Ada dua poin yang disampaikan Mahfud MD yang saya lihat membuat Tengku Zulkarnain kepanasan dan kebakaran jenggot. Saya melihat wajah masam Tengku Zulkarnain ketika Mahfud MD sedang berbicara. Ada raut wajah yang tidak suka dengan pernyataan Mahfud MD.

Pertama, Mahfud MD terang-terangan mengucapkan selamat tahun baru imlek. Mahfud MD dengan lugas mengatakan bahwa mengucapkan selamat tahun baru Imlek tidak menjadikannya murtad dan kafir. Pernyataan ini menyindir Tengku Zulkarnain dan jajaran MUI yang sedikit-sedikit mengeluarkan fatwa haram jika ada perbuatan yang bersentuhan dengan non-muslim. Pernyataan Mahfud MD ini seolah-olah menampar Tengku Zulkarnain dan jajaran MUI yang kerap dengan mudahnya mengeluarkan fatwa haram.

Wajah Tengku Zulkarnain semakin menekuk ketika Mahfud MD membahas soal cara berpakaian. Saya sempat heran kenapa tiba-tiba Mahfud MD membahas soal cara berpakaian. Apa hubungannya dengan tema ILC “Teror ke Pemuka Agama : Adakah Dalangnya? Akhirnya saya berkesimpulan mungkin Mahfud MD sedang menyindir cara berpakaian Tengku Zulkaranain. Ini adalah momen yang sangat pas.

Itu adalah poin kedua dari pernyataan Mahfud MD yang sepertinya sangat telak menyindir Tengku Zulkarnain. Kita bisa melihat bagaimana cara berpakaian Tengku Zulkarnain. Ia seolah-olah tak pernah lepas dari jubah, sorban, dan ikat kepala. Semuanya berwarna putih. Mungkin Tengku Zulkarnain sedang mengidentikkan diri sebagai ulama sehingga seolah-olah ia tidak akan dianggap ulama kalau tidak berpakaian seperti itu.

Mahfud MD mengajak tidak perlu berlebihan dalam berpakaian. Berpakaian yang penting menutup aurat. Beliau juga menyatakan bahwa baju koko adalah baju orang China, bukan baju muslim. Beliau bahkan terang-terangan menyatakan bahwa baju yang kerap dipakai oleh sebagian kelompok yang mengaku muslim juga sama seperti pakaian Abu Jahal.



Pesan dari pernyataan Mahfud MD adalah, cara pakaian sama sekali tidak bisa dijadikan ukuran untuk menentukan kebaikan seseorang. Jangan merasa bangga dengan pakaian ala Arab karena Abu Jahal pun pakai pakaian seperti itu. Beliau mengajak orang berpakaian biasa saja layaknya orang Indonesia karena kita orang Indonesia asalkan pakaian tersebut menutup aurat dan tidak melanggar aturan berpakaian dalam syari’at Islam.

Mungkin Mahfud MD tidak sengaja mengeluarkan pernyataan seperti itu untuk menyindir Tengku Zulkarnain. Beliau sedang menyindir sebagian kelompok umat Islam yang terlalu bangga memakai pakaian ala Arab tapi gemar membid’ahkan dan mengafirkan umat Islam yang lain.



Menjadi seorang ulama tidak harus berpakaian dengan cara seperti itu. Banyak ulama-ulama hebat Indonesia yang tetap berpakaian dengan pakaian khas Indonesia, misalnya pakai sarung, pakai batik, dan peci hitam khas bangsa Indonesia.

Mahfud MD mungkin tak berniat menyindir Tengku Zulkarnain, tapi harusnya Tengku Zulkarnain merasa tersindir. Dari seluruh undangan yang hadir di ILC, cara berpakaian Tengku Zulkarnain yang paling mencolok. Ia berpakaian tidak layaknya orang Indonesia. jika Tengku peka, Ia pasti akan merasa tersindir. Pernyataan Mahfud MD soal pakaian sangat menohok.

Selain cara berpakaian yang disindir Mahfud MD, seharusnya Tengku juga tahu diri bahwa dirinya kerap mengeluarkan pernyataan yang provokatif dan meresahkan umat. Seharusnya Ia bisa bercermin apakah dengan cara berpakaian seperti itu, pantaskah jika Ia mengeluarkan pernyataan yang provokatif dan terkadang ada yang hoax?

Terlepas dari niat untuk menyindir Tengku atau tidak, pernyataan Mahfud MD soal cara berpakaian saya kira sangat menohok Tengku. Perih!

Dishare dari Saifuddin Ahmad via Seword

Baca juga:

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Mereka yang mau memberontak negara tapi berlindung dibalik Kalimat tauhid, Khawarij namanya

Apa Komentar anda?