Kyai NU Dihina di Medsos, Ribuan Nahdliyin Banyuwangi Nyatakan Sikap

Kyai NU Dihina di Medsos, Ribuan Nahdliyin Banyuwangi Nyatakan Sikap

MusliModerat.net -  2000 lebih kader NU yang berasal dari seluruh penjuru Banyuwangi berkumpul di depan kantor PCNU Banyuwangi, selasa (06/02). Massa NU akan melakukan Unjuk rasa dukungan kepada Kyai terkait kasus penghinaan Kyai oleh aktivis LSM M. Yunus yang sudah menjadi tersangka dan mendekam di Tahanan.

Rombongan tersebut mengawali aksinya dengan berjalan dari kantor PCNU Banyuwangi menuju pengadilan Negeri Banyuwangi untuk mengawal persidangan kasus penghinaan kyai NU.

KH. Abdilah As’ad kordinator Komando Masyarakat Pendukung Kyai (KOMPAK) menyampaikan bahwa ini merupakan pernyataan tegas dari Kader Nahdliyin atas tindakan penghinaan yang dilakukan Muhammad Yunus dengan memviralkan di media sosial.

“Ini merupakan pernyataan keras dari kami, setelah upaya islah yang telah dilakukan kemudian dilanggar kembali oleh Yunus, ” ungkap As’ad.

Selanjutnya As’ad menegaskan bahwa Komando Masyarakat Pendukung Kyai sebagai representasi dari warga NU, akan mengawal dan memberikan dukungan kepada Kyai yang menjadi panutan warga Nahdliyin.

“Jasa para Kyai tidak dapat dipertanyakan dalam perjalanan sejarah negeri ini. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita untuk berada di depan dalam menjaga marwah para Kyai, ” tegas As’ad

Sementara itu Ayunk Notonegoro kader Muda NU dalam orasinya menyampaikan bahwa ini bukan masalah sepele. Ayunk mengatakan bahwa ini merupakan indikasi pelemahan di dalam struktur NU dengan melakukan delegetimasi terhadap Kyai.

“Selama ini NU telah menjadi tiang penyangga yang kokoh bagi perjalanan NKRI. Oleh karena itu untuk melemahkan NKRI maka NU yang harus dipecah belah. Hal ini dimulai dari upaya menghilangkan kepercayaan umat terhadap kyai. Ini harus segera dihentikan, ” Tegas Ayunk, lantang.

Di saat yang sama sedang berjalan persidangan di PN Banyuwangi sidang kasus penghinaan Kyai dengan agenda mendengarkan keterangan KH. Maskur Ali sebagai saksi pelapor. (nuob)

Baca juga:

Apa Komentar anda?