Kamis, 08 Februari 2018

Kasus Santri Garut yang Ngaku Dibacok Ternyata Bohong

MusliModerat.net - Kasus penganiayaan seorang santri di Garut, Jawa Barat, oleh enam orang tak dikenal yang sempat viral di media sosial ternyata bohong. Polisi menjelaskan penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.

"Setelah kami lakukan pendalaman, kaitan dengan kejadian ini ternyata tidak benar adanya. Dipastikan kasus pengeryokan ini tidak pernah terjadi," ungkap Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, kepada wartawan di Kantornya Jalan Sudirman, Karangpawitan, Rabu (7/2/18) siang. 

Kebohongan informasi tersebut terungkap setelah polisi memeriksa santri pondok pesantren Al-Futuhat yang mengaku menjadi korban penganiayaan berinisial Abd alias Uloh (24). Uloh mengaku jika dirinya tidak dianiaya.



Budi mengatakan pihaknya memastikan bahwa pengeroyokan tersebut tidak terjadi. Selain meminta keterangan Uloh dan sejumlah ustaz di ponpes Al-Futuhat, polisi juga memeriksa sejumlah saksi kunci lainnya dari pihak keluarga Uloh.

"Jadi Uloh ini, mohon maaf, memiliki keterbatasan dalam berbicara. Jadi pas menyampaikan info ini, ditangkap oleh pihak pesantren dia jadi korban pengeroyokan," katanya.

Budi menyatakan tidak ada rekayasa apapun dalam kasus ini. Disampaikan Budi, kejadian ini murni kesalahan penyampaian dari Uloh kepada pihak pesantren.

"Ini human error. Yang pasti kejadian tersebut tidak pernah terjadi," pungkas Budi.

Saat ini pihak kepolisian tengah meminta keterangan pimpinan Ponpes Al-Futuhat Ustaz Ahmad Syatibi yang merupakan orang yang pertama mengunggah postingan dugaan penganiayaan itu ke Facebook.


Sebelumnya diberitakan Abd alias Uloh (24), seorang santri di Ponpes Al-Futuhat, Leles, Garut, mengaku menjadi korban penganiayaan. Penganiayaan tersebut dikatakan Uloh terjadi pada Sabtu (3/2) malam.

Ia mengaku dikeroyok oleh enam orang tak dikenal menggunakan balok dan senjata tajam. Namun, hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan luka sedikit pun di tubuh Uloh. Hanya saja, baju yang ia kenakan saat kejadian robek di beberapa bagian.

Kasus tersebut sempat ramai diperbincangkan setelah Ustaz Ahmad Syatibi yang merupakan pimpinan ponpes Al-Futuhat mengunggah foto-foto Uloh ke Facebook.

Keterangan Foto : Pra rekonstruksi kasus Santi Garut diduga Dianiaya. 
(avi/avi/detik.com)
Advertisement

Advertisement