Jubir KPK: Praktik Sogok Syariah ala Ustad Somad Bisa Memunculkan Korupsi yang Lebih Besar

Jubir KPK: Praktik Sogok Syariah ala Ustad Somad Bisa Memunculkan Korupsi yang Lebih Besar

MusliModerat.net - Pandangan Ustad Abdul Somad yang menyatakan menyogok syariah bukanlah perbuatan haram alias sah secara agama sangat berbahaya dan bisa mengancam tumbuh suburnya korupsi di Indonesia.

Pernyataan Ustad Abdul Somad itu memicu Kecaman sejumlah lembaga, mulai Ombudsman RI, KPK hingga LSM antokorupsi Indonesia Corruption Watch (ICW)

“Ceramah Ustaz Somad sangat berbahaya. Karena pendapatnya merupakan ajaran yang mengamini praktik suap dalam proses penerimaan pegawai. Implikasinya niscaya jauh lebih berbahaya karena terbuka peluang untuk dipraktikkan oleh aparat ASN (aparatur sipil negara) di sektor-sektor lain,” kata Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam rilis resminya, ditulis Senin (5/2/2018).

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah menekankan perbuatan memberi dan menerima suap ialah salah menurut undang-undang. KPK pun sejauh ini sudah menangani banyak kasus terkait proses rekrutmen dan pengisian jabatan melalui suap dan gratifikasi.


“Praktik suap tersebut terbukti dikumpulkan sebagai setoran untuk pejabat-pejabat yang mengambil keputusan. Hal ini jika ditoleransi dan berlaku masif akan memunculkan korupsi yang lebih besar,” tegas Febri.

ICW bahkan mendesak Ustad Somad mencabut atau mengkaji kembali ucapannya karena dapat memancing keragu-raguan dari masyarakat terhadap korupsi yang saat ini sedang merajalela.

“Lebih baik pernyataan itu segera dicabut daripada nanti banyak sekali kasus korupsi yang ada di masyarakat,” tegas Koordinator ICW Febri Hendri.[sebarr.cm]

Baca juga:

Apa Komentar anda?