Selasa, 13 Februari 2018

Jangan Ganggu Jogja, Banser Kondisi Siaga!

MusliModerat.net - Jogja adalah kota istimewa. Jogja menjadi barometer Indonesia. Makanya, banyak yang mengusik Jogja, termasuk kasus penyerangan gereja di Sleman. Di sini, Ansor dan Banser selalu kondisi siaga. Ansor dan Banser akan selalu terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Demikian ditegaskan Mochammad Syaifudin Al Gozali, Ketua PW GP Ansor DIY, saat dihubungi bangkitmedia.com, Ahad (11/02).

“Saat ini, ada yang sengaja menghembuskan isu “gila” bagi para pelaku tindak kekerasan. Lihat saja pelaku tindak kekerasan di Jawa Barat sampai di Jogja hari ini. Ini kan skenario untuk menjadikan Jogja sebagai kota intoleran. Ini skenario gila-gilaan,” tegas Kang Udin, sapaan akrab Ketua PW GP Ansor DIY.

Makanya, lanjut Kang Udin, Ansor dan Banser akan selalu siaga.

“Siapa pun yang membuat ulah dan tindak kekerasan, saya sampaikan, jangan ganggu Jogja! Ansor dan Banser sudah dalam kondisi siaga,” tegas Kang Udin.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi penyerangann terhadap Gereja St. Lidwina, Sleman, Yogyakarta pada Ahad (11/2) pagi saat misa tengah berlangsung. Pelaku penyerangan diketahui bernama Suliyono berusia 23 tahun yang berasal dari Banyuwangi. Dalam insiden tersebut, empat orang yang tengah beribadah di dalam gereja menjadi korban.

Menanggapi peristiwa tersebut, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman digelar pertemuan untuk membahas insiden yang terjadi di Gereja Ludwina, Ahad (11/2) malam.  Hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman, Wabup Sleman, Danrem 072 Pamungkas, Kapolres se-Provinsi DIY, Ketua MUI dan FKUB DIY, Anggota DPRD Kab. Sleman, FKUB se-DIY, Camat se-Kabupaten Sleman.

Pada acara tersebut, Kapolda DIY Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si, mengungkapkan bahwa pelaku sampai hari ini masih linglung dan belum sadar betul masih dalam perawatan.

“Motif pelaku belum diketahui. Saya minta masing-masing FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) bantu mendinginkan suasana. Wartawan jangan memancing suasana. Hal-hal seperti ini bisa menganggu kondusifitas Yogyakarta,” tegas Ahmad Dofiri.

Jangan sampai, lanjut Dofiri, kita malah menjadi genderang perang atau provokator.

“Mari kita beri penjelasan dan redam situasi ini. Pelaku bukan orang Jogja dan baru lima hari di Jogja, tinggalnya di masjid dan musholla selama di Jogja,” jelas Ahmad Dofiri.

Danrem 072 Pamungkas Kolonel Kav Mohammad Zamroni, S.I.P dalam pertemuan tersebut  menegaskan siap mendukung Kapolda DIY dalam mengamankan gereja

“Jogja adalah tempat impian bagi masyarakat. Mari bersama-sama kita tenangkan umat masing-masing jangan sampai terprovokasi. Bila ada orang yang tidak dikenal di lingkungan kita, mari laporkan ke pejabat yang ada di lingkungan masing-masing,” tegas Mohammad Zamroni.

Sementara itu, Ketua MUI DIY KH. Thoha Abdurrahman mengajak semua pemeluk agama mengamalkan ajaran agama dan tidak meninggalkan nasionalisme.

“Kita harus bersatu dan rukun. Jangan bertindak sendiri-sendiri. Yang merusak dan menyebabkan harus ditahan dan diproses seadil-adilnya,” tandas Kiai Thoha. berita islam terkini (rk)
Advertisement

Advertisement