Hidup Itu Berat Dilan, Apalagi Ketika Kamu Dituduh Syi’ah

Hidup Itu Berat Dilan, Apalagi Ketika Kamu Dituduh Syi’ah

MusliModerat.net - Film Dilan 1990 yang diangkat dari Novel karya Pidi Baiq sedang menjadi magnet bagi remaja di tanah air. Bahkan, belum genap sebulan tayang di bioskop, Film yang bercerita kisah kasih remaja di era 90-an ini ditaksir bakal masuk jajaran film Indonesia terlaris atau box office.

Tapi tunggu dulu, tulisan ini tidak akan membahas Dilan atau Milea pacarnya. Yang penulis bahas adalah justru bumbu-bumbu yang berkembang di seputaran Dilan dan Pidi Baiq pengarangnya. Dan bumbu yang dimaksud adalah ketika seorang warganet mengonfirmasi kepada Pidi Baiq perihal keyakinan Dilan. Apakah Dilan seorang Syi’ah? Sebuah tuduhan menohok dan kekinian yang sering dilontarkan jika hendak menyudutkan seseorang yang berbeda keyakinan.

Pasalnya, warganet curiga, dalam cerita novelnya dituliskan bahwa di kamar Dilan terpampang Poster Ayatullah Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran. Lalu, mungkin, entah bermaksud tabayyun atau menuduh, warganet tersebut langsung mengonfirmasi hal ini ke pengarangnya, Pidi Baiq. Begini kata-katanya :

“Ternyata Dilan punya poster dan mengidolakan Khomeini. Dilan merayakan Hari Raya Idul Ghadirnya Syi’ah juga kah @pidibaiq?”

Lalu begini jawaban Pidi Baiq:

“Dilan bukan Syi’ah. Jaman dulu, tahun segituan, banyak beredar poster Khomeini, juga di Bandung. Diawali oleh adanya revolusi Iran tahun 1978 yang menggulingkan rezim Shah Reza Pahlevi dukungan Amerika. Khomeini jadi idola sebagai simbol perlawanan bagi mereka yang geram kepada Amerika.”

Tulisan ini bermaksud membela Pidi Baiq dan marwah kepengarangannya. Lagipula, sebagai karya fiksi, terserah pengarang untuk menulis si tokoh menempelkan gambar apa atau siapapun di kamarnya! Bisa Soekarno, Justin Beiber atau bahkan Karl Marx. Tapi untuk tokoh yang disebut terakhir, lebih riskan dibanding tuduhan Syi’ah. Jangan-jangan nanti Dilan dituduh seorang Komunis? Ah sudahlah, memang berat hidup ini, bahkan untuk tokoh novel seperti Dilan!

Faktanya, yang penulis sendiri alami, memang pada era 90-an banyak kalangan yang menempel poster Imam Khomeini di kamar atau rumah mereka. Dan penulis yakin, mereka tidak peduli, apakah Khomeini seorang Syi’ah atau bukan. Yang jelas, mereka merasa ada yang mewakili perasaan mereka. Perasaan keterwakilan karena ada sesosok tokoh yang berani melawan negara adikuasa.

Hal yang nyaris serupa adalah pada tahun 2005 lalu. Ketika itu, sebagian umat Islam di tanah air sempat mengidolakan Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad. Pada masa itu, kampanye hitam mengenai Syi’ah belum terlalu massif. Dus, mereka merasa Ahmadinejad sebagai sosok idola –seperti juga Khomeini- yang berani melawan hegemoni Amerika Serikat.

Dikutip dari Qureta.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?